Jakarta, LensaUtara.id – Ekonomi Indonesia tetap mampu tumbuh di atas 5% selama 3 kuartal secara berturut-turut di tengah tingginya ketidakpastian global akibat adanya The Perfect Storm. Capaian tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan yang relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain.
Dimana Prospek ekonomi nasional juga terlihat cerah yang tercermin dari berbagai leading indicators yang berada di jalur ekspansif. Melihat berbagai indikator yang ada, Pemerintah optimis bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% pada tahun 2022 dan 5,3% pada tahun 2023 mendatang dapat tercapai.
Demikian pun untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi, Pemerintah terus melakukan strategi dan kebijakan utama dalam penanganan pandemi, yakni dengan koordinasi kebijakan fiskal sebagai shock absorber termasuk melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp455,6 triliun yang berfokus pada penanganan kesehatan, perlindungan masyarakat, dan penguatan pemulihan ekonomi.
Meeting Sherpa G20 pertama di Indonesia (Foto: ist.)
“Dalam jangka panjang, untuk mencapai pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, grand strategy yang akan dilanjutkan di tahun 2023 adalah mendorong kembali reformasi struktural, salah satunya melalui implementasi UU Cipta Kerja dan peraturan turunannya terutama terkait dengan penyederhanaan dan kemudahan di dalam proses perizinan, dan perluasan berbagai bidang usaha untuk investasi,” ungkap Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam keterangannya secara virtual dalam acara Inspirato Sharing Session Liputan6 dengan tema “Sherpa track G20 Mampukah Percepat Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Indonesia”, Jumat (28/10).




