MANADO, LensaUtara.id – Anggota Senat Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) sekaligus Guru Besar Fakultas Teknik Unsrat, Prof. Ir. Marthin Doddy Josias Sumajow, M.Eng, Ph.D, menyesalkan masih adanya segelintir oknum yang kembali mengangkat polemik SK Rektor Unsrat Nomor 1132 menjelang prosesi Pemilihan Rektor (Pilrek) Unsrat.
Berulangnya isu yang sama dari satu periode pemilihan ke periode berikutnya menimbulkan pertanyaan, mengapa persoalan itu tidak pernah terselesaikan untuk memberikan kepastian bagi seluruh civitas akademika.
Ia menduga polemik SK Rektor 1132 sengaja dimunculkan untuk menjegal Prof. Dr. dr. Grace Debbie Kandou, M.Kes berkontestasi pada Pilrek 2026, yang rencananya digelar pada Oktober mendatang.
"Saya sangat yakin, polemik SK Rektor Unsrat Nomor 1132 akan dimunculkan untuk menjegal pencalonan Prof Grace Kandou. Saya yakin itu bakal dilakukan segelintir oknum. Isu ini sengaja digoreng, padahal sebenarnya tidak lagi menjadi dasar yang relevan," kata Prof Doddy di Manado, Sulawesi Utara, Selasa (7/7/2026).
Ia mengatakan, SK Rektor Unsrat Nomor 1132 yang diterbitkan pada tahun 2013 sebenarnya untuk mengatur suatu keadaan dan sifatnya situasional pada masa itu. SK tersebut sudah tidak relevan lagi dijadikan dasar untuk mengganjal hak seseorang maju dalam Pilrek.
"Setiap kali menjelang Pilrek Unsrat, SK ini selalu diangkat kembali. Padahal secara hukum dan administratif sudah jelas. Ini hanya menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu dan merugikan nama baik Unsrat," tegasnya.
Prof. Doddy mengajak semua pihak untuk fokus pada proses pemilihan rektor yang demokratis, transparan, dan bermartabat. Menurutnya, civitas akademika Unsrat sudah dewasa dan mampu memilih pemimpin terbaik tanpa harus disibukkan dengan isu-isu lama yang terus didaur ulang.
"Energi kita harusnya dipakai untuk memikirkan kemajuan Unsrat ke depan. Bagaimana Unsrat bisa bersaing secara global, meningkatkan akreditasi, dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Sulawesi Utara. Bukan malah terjebak pada polemik yang tidak produktif," ujarnya.
Ia juga meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi memberikan atensi agar Pilrek Unsrat periode 2026-2030 berjalan lancar tanpa gangguan isu yang sama berulang.
"Unsrat ini rumah kita bersama. Mari kita jaga bersama. Jangan biarkan segelintir orang merusak kondusifitas kampus hanya karena kepentingan tertentu," tutup Prof. Doddy.
Proses Pemilihan Rektor Unsrat periode 2026-2030 saat ini telah memasuki tahapan penjaringan bakal calon. (Redaksi LU)
Redaksi lensautara.id
Tim redaksi LensaUtara.id




