TOMOHON, LensaUtara.id – Pencanangan Gerakan GMIM Menanam dan Beternak oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, S.E. dan Ketua BPMS GMIM Pdt. Dr. Hein Arina di Tomohon baru-baru ini patut diapresiasi.
Program ini adalah dalam upaya pemanfaatan lahan kosong/terbiar, memotivasi Pelsus dan warga gereja sekaligus pemberdayaan ekonomi keluarga dan jemaat untuk kedaulatan pangan. Apalagi mengantisipasi krisis global.
Hal itu disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ir. Stefanus BAN Liow, MAP (SBANL) yang juga Ketua Komisi P/KB Sinode GMIM dan Anggota BPMS GMIM Periode 2014-2018, Kamis (03/11).
Senator Stefa mengatakan, gerakan menanam tersebut baiknya segera ditindaklanjuti dengan melakukan penanaman di jemaat maupun warga. Setidaknya melalui program apotek dan dapur hidup sehat.
Sejak awal, kata Stefa, GMIM secara kelembagaan maupun warga menaruh perhatian dan kepedulian dalam pengelolaan sumber daya, selain teologis dan dana sebagai indikator menuju kemandirian gereja. Karena itu dalam Katekisasi Tahap III Pelsus ada materi penatalayanan gereja di bidang ekonomi dan etos kerja juga lingkungan hidup. Dengan maksud selain mulai dari pelsus tetapi juga dijabarkan kepada anggota jemaat.





