MANADO, LensaUtara.id, – Kegiatan bertajuk “Festival Bunaken 2022 ” Rabu (2/11 – 2022), diawali dengan penampilan musik kolintang dan tarian tradisional beserta penampilan kreafir dari pelajar.
Ketua Panitia Adriana Charlotte Dondokambey, mengawali sambutan dengan sebuah pantun, “Rebus pisang di dalam dandang makang pake dabu – dabu roa, saya ucapkan selamat datang untuk semua undangan yang terhormat”.
“Marilah memanjatkan syukur pada yang Maha Kuasa karena MBW (Malalayang Beach Walk) adalah salah satu destinasi yang indah dan menarik,” ujarnya.
Ini juga menjadi salah satu destinasi yang trategis karena bisa dijadikan penghubung antara Kota Manado dan Bunaken. “Walaupun sektor pariwisata Sulut terdampak akibat C – 19, akan tetapi dengan upaya stimulus Pemerintah bekerja sama dengan masyarakat, akhirnya bisa berangsur bangkit lebih cepat sehingga kita bisa melihat kebangkitan kembali sektor Pariwisata Sulawesi Utara”, ungkap Adriana.
Festival ini menghadirkan setidaknya 65 parade perahu hias di antaranya Kapal TNI AL, Jetski, Kapal Privat, Kapal Pariwisata dan Katinting. Parade sekitar 400 Ibu – ibu berkebaya turut meramaikan kegiatan ini yang nantinya untuk mempersiapkan ajang “Kebaya Goes to UNESCO.
Nilai ekonomi dari kegiatan ini, sebisanya akan menembus di angka Rp 30 Miliar dan akan melibatkan kurang lebih 10 ribu secara offline dan 20 ribu secara online. Harapan ekonomi bisa kembali bangkit dengan pelaku usaha dan ekonomi kreatif akan kembali unggul di Sulawesi Utara.
Staf Ahli Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Bidang Inovasi dan Kreativitas Joshua Puji Mulia Simandjuntak mengapresiasi pada Pemerintah Sulut dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan festival Bunaken 2022 yang terpilih ke dalam Karisma Ivent Nusantara ( KEN ) 2022.
Dikatakannya, “KEN” ini adalah upaya Pemerintah dalam mendorong kebangkitan Ekonomi melalui Iven. Dengan adanya iven yang berkualitas akan mendatangkan nilai Ekonomi yang inklusif. Artinya melibatkan siapa saja dan berkelanjutan.
Program Karisma Ivent Nusantara ini memilih beberapa program yang dampak terus bagi masyarakat. Menurutnya, “Taman Laut Bunaken ” adalah anugerah TUHAN yang merupakan pelestarian ekosistem tropis, perairan yang berada dipusat segi tiga terumbu karang dunia atau suatu keunikan dan tak ada ditempat lain.
Simanjuntak berpesan agar tugas kita bersama untuk mengali potensi pariwisata agar menjadi berkat pada masyarakat Sulawesi Utara dan kebanggaan Indonesia, karena TUHAN sudah memberikan kepada masyarakat sesuatu yang unik tak ada di tempat lain.




