Al Wakrah, Qatar, LensaUtara.id – Masih lekat di ingatan para suporter Ghana, ketika Luis Suarez berulah dan melakukan aksi nekat menggunakan tangannya demi menghalau bola sundulan Dominic Adiyiah masuk ke gawang Uruguay di Johannesburg, Afrika Selatan, selusin tahun silam.
Aksi yang dilakukan oleh Suarez praktis mencegah kemenangan Ghana pada babak tambahan waktu dan setidaknya menjaga skor 1-1.
Suarez langsung diganjar kartu merah karena aksinya itu dan Ghana memperoleh kesempatan tendangan penalti, sementara si penyerang yang kala itu masih membela Ajax dipaksa menyaksikan dengan was-was dari tepi lorong menuju kamar ganti.
Namun aksi nekat itu menjelma jadi pengorbanan berarti sebab Asamoah Gyan yang maju sebagai algojo, mendapati bola tendangannya membentur mistar gawang dan Suarez tertangkap kamera meluapkan kegembiraannya yang membuncah atas kegagalan itu di mulut lorong ruang ganti.
Asamoah belakangan membayar kegagalannya dengan melakoni tugas secara baik dalam adu penalti setelah skor imbang 1-1 bertahan hingga bubaran babak tambahan.
Namun, kiper Fernando Muslera kemudian mementahkan eksekusi dua algojo Ghana, John Mensah dan Adiyiah, sehingga ketika Sebastien Abreu sukses mengonversi penalti gaya panenka, Uruguay mengunci kemenangan adu penalti 4-2 dan melangkah ke semifinal.
Apa yang dilakukan Suarez kala itu jelas memperpanjang napas Uruguay di Piala Dunia 2010, sekaligus mencegah Ghana jadi tim Afrika pertama yang mencapai babak semifinal di turnamen sepak bola paling bergengsi ini.
Dalam komentar selepas pertandingan tersebut, Suarez menyebut bahwa ia telah menyelamatkan Uruguay dan ia menegaskan tak punya pilihan lain selain menggunakan tangannya. Suarez bahkan sempat membandingkan aksinya dengan Gol Tangan Tuhan dari Diego Maradona.
Selang 12 tahun kemudian, Ghana dan Uruguay kembali dipertemukan di panggung Piala Dunia 2022 Qatar setelah kedua tim itu ditempatkan Grup H.
Pertemuan kedua tim semakin menjadi dramatis, karena dijadwalkan sebagai pertandingan terakhir masing-masing di fase penyisihan Grup H.
Laga itu menjadi lebih penting dalam penentuan nasib keduanya, sebab Ghana sudah punya tiga poin dan Uruguay cuma satu serta berstatus nirgol dari dua penampilan sebelumnya.
Dalam jumpa pers pralaga, Suarez dengan tegas menyatakan bahwa ia sama sekali tak menyesali apa yang dilakukannya terhadap Ghana 12 tahun lalu.




