Jakarta – Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada Mei tahun 2022 menurut Denny Tewu selaku caleg DPR RI 2024 – 2029 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dapil Sulawesi Utara pernah menyatakan bahwa kekerasan ekstrem dan ketegangan antar kelompok agama masih terjadi dalam kehidupan umat beragama di Indonesia. Kendati secara umum BNPT menemukan bahwa potensi radikalisme dan terorisme menunjukkan penurunan akan tetapi kasus-kasus kekerasan ekstrem dan potensi penyebaran radikalisme masih terjadi.
Selain itu peristiwa intoleransi juga masih terjadi, terutama kepada kelompok minoritas. Masih menurut Denny, LSI melalui tabelnya menjelaskan bahwa mayoritas 78,9% mengaku tidak ada kelompok agama yang tidak disukai, sedangkan 36% tidak suka pada kelompok agama tertentu. Diantara yang tidak suka, lebih banyak yang tidak suka pada aliran kepercayaan dan Kristen serta Kong hu chu.
Sebagai praktisi pendidikan Denny Tewu mempunyai pandangan pribadi melihat persoalan ini. Menurutnya ternyata masih banyak orang Indonesia yang benci Kristen, sehingga menurut Denny Tewu bahwa perjuangan kita tentang menanamkan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika belum tuntas dan selesai.
“Oleh karena itu hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi semua pihak untuk kita lebih giat lagi mengedukasi serta mensosialisasikannya,” ujar Denny yang juga menjabat sebagai Kaprodi Manajemen Pascasarjana UKI saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (21/9).
Denny Tewu meyakini bahwa Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, betul betul menjadi nilai kekuatan nasionalisme bangsa Indonesia yang membuat bangsa Indonesia tetap produktif dan dapat bertahan hingga saat ini dan seterusnya. Bahwa fenomena radikalisme agama di dunia bahkan khususnya di Indonesia, itu dengan mulai hancurnya ISIS, Al Qaeda dan lainnya di dunia memang terjadi penurunan. Akan tetapi kata Denny, tidak bisa diartikan dari hasil penelitian bahwa akar-akar itu sudah tidak ada.
“Untuk itu kita perlu terus waspada dan tetap giat mengedukasi serta mensosialisasikan tentang kekuatan nilai Pancasila dan ke Bhineka Tunggal Ika itulah yang membuat NKRI ini menjadi negara besar dan optimis menyongsong Indonesia emas bersama generasi emas Indonesia,” tandasnya Denny menambahkan.
Disisi lain bagi Denny, di era digitalisasi saat ini yang maju begitu pesat, begitu kuat dampaknya, sehingga membuat masyarakat Indonesia ini sudah lebih pintar. Masyarakat sudah lebih bisa menyaring yang benar dan mana yang tidak, bahkan bertindak yang lebih baik.




