Standardisasi dan Sertifikasi Ruang Bermain Anak Sangat Penting

Redaksi
Redaksi
3 menit Membaca
Ruang Bermain Ramah Anak Pemkot Manado.(Foto: van)

MANADO, LensaUtara.id – Bermain adalah hak dari anak dan memiliki banyak manfaat bagi anak, diantaranya membentuk tumbuh kembang anak secara optimal dan menyeluruh, baik fisik, spiritual, intelektual, dan sosial. Namun, ketika bermain anak harus selalu didampingi.

Bermain merupahkan kegembiraan anak anak, yang tidak seharusnya mengalami cerita sedih,seperti kekerasan dan eksploitasi seksual.

Standardisasi dan sertifikasi ruang bermain anak sangat penting di terapkan guna memenuhi hak dan perlindungan khusus anak di tempat bermain.Dalam mewujudkan standardisasi butuh sinergi antara pemrintah pusat, pemerintah kota dan kabupaten serta seluruh lapisan masyarakat.

Ruang Bermain Ramah Anak Pemkot Manado.(Video: van)

Pemerintah kota manado sendiri memiliki Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) di lapangan sparta tikala. Pantauan LensaUtara.id tempat ini menjadi favorit anak anak dari berbagai kalangan untuk bermain, beraneka fasilitas permainan serta ruang terbuka di dukung pohon yang rindang dan tersedia juga tempat orang tua untuk memantau anaknya, terbilang tempat ini cukup aman untuk anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Manado Ibu Dra. Lenda Pelealu, dalam pesan pendek ke LensaUtara.id (17/06) mengatakan ,Godbless Children Park Manado adalah nama dari tempat bermain anak yang merupahkan Corporate social responsibility (CSR) dari Bank SulutGo yang sudah di serah terima dengan bagian umum kota manado dan sekarang pengawasan dan pemeliharaannya rutin di lakukan setiap tahun dari bagian umum pemerintah kota manado. Sekarang dalam penilaian dan proses dalam memenuhi stadatdisasi dan sertifikasi, dibawa kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota dr Richard Sualang “AARS”, Kota Manado masuk dalam nominasi 9 Kabupaten/Kota se Sulut untuk penilaian Kota Layak Anak tahun 2022 yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Kembali ke cerita-cerita sedih terkait kekerasan terhadap anak yang terjadi di ruang bermain juga masih menghiasi pemberitaan di media kita. Padahal, tujuan akhir dari ruang bermain adalah untuk membuat mereka bahagia dan mewujudkan terjadinya proses perlindungan anak saat mereka bermain, bukan justru membuat anak kita celaka atau mengalami kekerasan dan eksploitasi seksual. Oleh karenanya, semua ruang bermain anak harus terstandardisasi dan tersertifikasi. Agar tidak ada lagi cerita sedih bagi anak-anak kita ketika ingin bermain dengan bahagia.

Prinsip RBRA adalah gratis, non diskriminasi, kepentingan terbaik untuk anak, partisipasi anak, aman dan selamat, nyaman dan sehat, serta kreatif dan inovatif.(van)

Setiap anak adalah seorang seniman. Masalahnya sekarang adalah bagaimana tetap menjadi seorang seniman ketika kita kelak tumbuh dewasa

van
Tinggalkan ulasan

Liputan Khusus

Berita, Update, Preview Pertandingan

selama Piala Dunia 2022 Qatar hanya di LensaUtara.id

adbanner