Liliyana Natsir, Perempuan Manado yang Terpilih Masuk Hall of Fame Federasi Bulu Tangkis Dunia

Taufik Darmawan
Taufik Darmawan
3 menit Membaca
Liliyana Natsir, setelah 13 tahun akhirnya Indonesia masuk 'Hall of Fame' Federasi Bulu Tangkis Dunia, persembahan dari perempuan Manado.(Foto: ist.)

Manado, LensaUtara.id – 13 tahun lamanya pemain bulu tangkis Indonesia vakum dari penghargaan super prestisius BWF (Badminton World Federation) Hall of Fame, sebuah penghargaan tertinggi yang terakhir diraih oleh atlet bulu tangkis Indonesia pada tahun 2009.

Penghargaan BWF Hall of Fame adalah penghormatan yang didedikasikan kepada seorang atlet bulu tangkis yang dianggap berkontribusi besar kepada dunia bulu tangkis, meraih segudang prestasi membanggakan dan telah pensiun selama lima tahun. Pengumuman BWF Hall of Fame tidak digelar setiap tahun, melainkan setelah adanya legenda bulu tangkis yang pensiun.

Liliyana Natsir atau biasa disapa Butet, resmi menorehkan tinta emasnya sebagai legenda bulu tangkis dunia. Ia menjadi atlet Indonesia kesepuluh dan atlet perempuan kedua yang terpilih untuk masuk dalam BWF Hall of Fame. Diberikan pada semifinal Indonesia Open 2022, Sabtu (18/6/2022) di Istora Senayan Jakarta.

Prestasi Liliyana Natsir bukan kaleng-kaleng, dia empat kali juara dunia bersama dua pasangan berbeda untuk sektor ganda campuran. Adapun dua pasangan tersebut yaitu Nova Widianto (2005 dan 2007) dan Tontowi Ahmad (2013 dan 2017). Puncak prestasi Liliyana Natsir adalah ketika mempersembahkan medali emas Olimpiade Rio 2016 bersama Tontowi Ahmad.

Semua pencapaian Liliyana Natsir tidak lepas dari pengorbanan dan jerih payahnya sejak kecil. Selepas lulus sekolah dasar, Liliyana kecil memutuskan meninggalkan bangku sekolah, mengorbankan masa mudanya dan memilih fokus untuk bulu tangkis.

Karirnya juga tidak lepas dari sosok Beno Natsir, ayah sekaligus merangkap pelatih pertamanya. Beno selalu menemani putrinya tersebut latihan dan bertanding saat masih bergabung di PB Pisok Manado. “Saya catat kekurangannya, sampai rumah setelah latihan, saya menggelar net lagi. Lalu, Liliyana latihan lagi memperbaiki kesalahannya yang sudah saya catat” kenangnya pada Antaranews.com.

Sebelum Liliyana Natsir sudah ada sembilan atlet bulu tangkis Indonesia yang mendapatkan penghargaan ini. Berikut adalah daftar kesepuluh atlet Indonesia yang diberikan penghargaan BWF Hall of Fame:

Rudy Hartono – Tahun 1997 (Tunggal Putra)
Dick Sudirman – Tahun 1997 (Tokoh)
Christian Hadinata – Tahun 2001 (Ganda Putra/Campuran)
Lim Swie King – Tahun 2001 (Tunggal Putra)
Susy Susanti – Tahun 2022 (Tunggal Putri)
Tjun Tjun – Tahun 2009 (Ganda Putra)
Johan Wahjudi – Tahun 2009 (Ganda Putra)
Ricky Soebagdja – Tahun 2009 (Ganda Putra)
Rexy Mainaky – Tahun 2009 (Ganda Putra)
Liliyanan Natsir – Tahun 2022 (Ganda Campuran)

Selamat Legenda! (taufik)

Tinggalkan ulasan

Liputan Khusus

Berita, Update, Preview Pertandingan

selama Piala Dunia 2022 Qatar hanya di LensaUtara.id

adbanner