KEK Bitung Batal, Jalan Tol Manado-Bitung Bakal Merugi Hingga 40 Tahun

Taufik Darmawan
Taufik Darmawan
3 menit Membaca
Tol Manado-Bitung yang dinilai bakal merugi.(Foto: ist.)

BITUNG, LensaUtara.id – Jalan tol Manado-Bitung sampai saat ini terlihat sepi. Jasa Marga bakal rugi besar hingga 40 tahun kedepan.

Hal ini turut dipicu dengan “gagalnya” status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, karena belum dimaksimalkan oleh pemerintah.

Padahal, wacana awal pembangunan jalan tol Manado-Bitung memusatkan harapannya pada berkembangnya Kawasan Ekonomi Khusus Bitung yang sudah disandang daerah Sulut sejak 1 April 2019.

KEK ini memiliki luas 534 hektar dan dikelola oleh PT Membangun Sulut Hebat yang merupakan Badan Usaha milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Kader Partai Gerindra sekaligus Anggota DPR RI Komisi VI Hendrik Lewerissa berujar pedas mengenai hal ini. “Kita tahu bahwa proyek tol Manado-Bitung itu dibangun karena ada pertimbangan bisnis jasa marga terkait KEK Bitung,” jelasnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Utama Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur, Senin (27/6/2022).

“Tapi fakta di lapangan KEK Bitung itu suam-suam kuku. Perlu ditinjau ulang karena tidak bergairah keputusan Jasa Marga membangun hingga Rp. 5 triliun itu,” jelasnya.

Ia menghitung secara ekonomis, bahkan 40 tahun tol itu tidak akan balik modal, dengan asumsi volume kendaraan seperti saat ini. Ia pun menanyakan dasar apa yang dipakai Jasa Marga untuk membangun ruas tol tersebut.

Menjawab hal ini Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur menjelaskan, ketika ruas Manado-Bitung dibangun studi kelayakannya (visibility) sepanjang 40 kilometer termasuk pengembangan pelabuhan Bitung dan KEK Bitung

Jasa Marga diminta untuk membangun jalan tol lebih dahulu untuk menunjang aksesibilitas. Namun pengembangan pelabuhan Bitung dan KEK masih belum dikembangkan.

“Sehingga ini menjadi ruas tol yang paling merugikan Jasa Marga,” katanya.

Subakti saat ini juga tengah mengevaluasi ruas tol ini, dan segera meminta kompensasi seperti apa ke pemerintah.

“Waktu itu saya dengan Menteri PUPR terjun ke KEK. Siap bangun infrastruktur jalan di situ asal Pemda mencari investor untuk pengembangannya,” jelasnya.

Hendrik Lewerissa menjelaskan KEK Bitung saat ini masuk dalam tahap evaluasi. Dimana kemungkinan status Kawasan Ekonomi Khusus ini bisa dicabut.(TD/CNBC News)

Apa bedanya kamu sama jalan tol? Kalau jalan tol milik bersama, kalau kamu milikku

taufik
Tinggalkan ulasan

Liputan Khusus

Berita, Update, Preview Pertandingan

selama Piala Dunia 2022 Qatar hanya di LensaUtara.id

adbanner