Kasus Pandu, Keluarga Keberatan Korban Ditembak Langsung di Dada

Redaksi
Redaksi
2 menit Membaca
Korban Penembakan Reymond Londok Warga Pandu Kec Bunaken Manado.(Foto: ist.)

MANADO, LensaUtara.id – Keluarga Reymond Londok warga Pandu yang tewas ditembak, menyatakan keberatan atas penembakan aparat kepolisian.

Sebagaimana diberitakan, anggota kepolisian Polsek Bunaken, Manado Sulut, Minggu (24/07) mengamankan seorang pelaku keributan. Namun karena melawan saat ditangkap, ia dilumpuhkan dengan tima panas polisi, sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Welly Liwe (Opa Korban) kepada LensaUtara.id Selasa (26/07), menceritakan kronologi apa sebenarnya yang terjadi saat itu di rumah korban, yaitu di Lingkungan VII Kelurahan Pandu Kecamatan Bunaken Kota Manado.

Menurut Liwe, saat kejadian yang tak jauh dari rumah korban, ia ada di samping korban untuk merelai keributan itu. Opa Liwe mengakui, saat itu korban sempat cekcok dengan anggota kepolisian Polsek Bunaken, yang akan menangkapnya berdasarkan laporan warga tentang keributan.

Saat melerai sempat terjadi pemukulan ke korban dan jatuh hingga kepalanya terbentur. “Kami pun membawa korban ke rumah untuk menenangkannya, dan tak lama kemudian korban balik ke tempat kejadian dengan membawa pecahan keramik. Jadi bukan pisau atau pecahan botol,” ungkap Liwe

Liwe yang tidak sempat mengejar korban tiba tiba mendengar dua kali bunyi tembakan. Waktu itu istri korban Vanne Warouw berada di dekat korban saat ditembak dengan jarak sekitar 4 atau 5 meter. Tembakan itu mengena dada sehingga menyebabkan korban tersungkur dan tewas. “Dan ada dua lubang bekas tembakan di tengah dan agak ke jantung korban. Jadi bukan satu lubang tapi dua,” beber Liwe yang mengklaim punya bukti foto dan saksi saat korban di Rumah Sakit Bhayangkara.

Ia menambahkan, sepengetahuannya ada prosedur tentang penangkapan dari kepolisian. Setidaknya diborgol dan ada tembakan peringatan atau tembak di kaki. “Tapi ini langsung sasaran dada korban, kami sudah berembuk dengan keluarga dan akan membawa perkara ini ke Propam Polda Sulut. Semoga ada keadilan di keluarga kami,” tutur Opa Liwe.

Pihak Polresta Manado melalui Kasi Humas Iptu Sumardi menjelaskan Tim Identifikasi Sat Reskrim bersama dengan Propam Polresta Manado telah melakukan penyidikan di lokasi tempat kejadian perkara (TKP). (LU-0200)

Jangan pernah menyesali sehari dalam hidupmu. Hari-hari baik memberimu kebahagiaan dan hari-hari buruk memberimu pengalaman.

LU-0200
Tinggalkan ulasan

Liputan Khusus

Berita, Update, Preview Pertandingan

selama Piala Dunia 2022 Qatar hanya di LensaUtara.id

adbanner