Pelaku RB Serahkan Diri di Polsek Ratahan Usai Tikam Istrinya Hingga Tewas

Redaksi LensaUtara
Redaksi LensaUtara
2 menit Membaca
Tersangka RB (33) warga Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Mitra.(Foto: ist.)

RATAHAN, LensaUtara.id – Seorang suami berinisial RB (33) warga Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara, menyerahkan diri ke Polsek Ratahan sesaat usai menikam istrinya, FP (33) hingga tewas, pada Senin (20/06) sore.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol. Jules Abraham Abast, berdasarkan informasi dari Polres Minahasa Tenggara, membenarkan hal tersebut.

“Penikaman terjadi pada Senin (20/6) sekitar pukul 15:30 WITA, di depan sebuah bengkel sepeda motor di Kelurahan Tosuraya, Kecamatan Ratahan, Minahasa Tenggara. Pelaku menyerahkan diri ke Polsek Ratahan sesaat usai kejadian,” ujarnya, Senin malam.

Kronologinya, sore itu korban sedang menunggu sepeda motornya yang diperbaiki di bengkel tersebut.

“Korban duduk di depan bengkel sambil menunggu sepeda motornya diperbaiki. Tiba-tiba pelaku datang dan langsung menikam beberapa bagian tubuh korban menggunakan pisau badik secara membabibuta,” jelas Abast.

Tikaman tersebut membuat korban jatuh tersungkur di TKP. Pelaku lalu berjalan kaki menuju Mapolsek Ratahan untuk menyerahkan diri. Sedangkan korban dilarikan warga ke Puskesmas Ratahan.

“Namun ketika sampai di Puskesmas Ratahan, korban meninggal dunia akibat mengalami luka tikaman yang cukup parah di beberapa bagian tubuhnya,” terang Abast.

Dugaan sementara, pelaku nekad menikam istrinya sendiri hingga tewas karena cemburu.

“Dugaan sementara, motifnya cemburu. Pelaku mencurigai istrinya menjalin hubungan dengan pria lain. Saat ini pelaku beserta barang bukti sebilah pisau badik sudah diamankan di Mapolsek Ratahan untuk diproses lanjut,” tandas Abast.

Menurut keterangan saksi Michael Asnawi (20) warga Tosuraya yang berada di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban pada awalnya sedang memperbaiki kendaraan roda dua di bengkel, kemudian datang tersangka langsung menikam korban dengan senjata tajam.

Kapolsek Ratahan Kompol Nohfri Maramis SH, SIK membenarkan kejadian tersebut.

“Dalam pemeriksaan penyidik Satuan Reskrim Polsek Ratahan, pelaku Rifky Banjar mengaku membunuh Firja Pakaya yang adalah istrinya sendiri karena faktor kecemburuan. Namun penyidik akan menelusuri motif pembunuhan tragis ini,” ungkapnya.(denny)

Cinta itu kebebasan, bukan untuk saling mengekang. Cinta itu kepercayaan, bukan cemburu tanpa alasan

denny
Tinggalkan ulasan

Liputan Khusus

Berita, Update, Preview Pertandingan

selama Piala Dunia 2022 Qatar hanya di LensaUtara.id

adbanner