Ad imageAd image

Senator Stefa Liow Apresiasi Gerakan GMIM Menanam

Redaksi LensaUtara
Redaksi LensaUtara
2 menit Membaca
Anggota DPD RI Ir. Stefanus BAN Liow, MAP aktif memotifasi warga dan jemaat untuk berkebun.(Foto: ist.)

TOMOHON, LensaUtara.id – Pencanangan Gerakan GMIM Menanam dan Beternak oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, S.E. dan Ketua BPMS GMIM Pdt. Dr. Hein Arina di Tomohon baru-baru ini patut diapresiasi.

Program ini adalah dalam upaya pemanfaatan lahan kosong/terbiar, memotivasi Pelsus dan warga gereja sekaligus pemberdayaan ekonomi keluarga dan jemaat untuk kedaulatan pangan. Apalagi mengantisipasi krisis global.

Hal itu disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ir. Stefanus BAN Liow, MAP (SBANL) yang juga Ketua Komisi P/KB Sinode GMIM dan Anggota BPMS GMIM Periode 2014-2018, Kamis (03/11).

Senator Stefa mengatakan, gerakan menanam tersebut baiknya segera ditindaklanjuti dengan melakukan penanaman di jemaat maupun warga. Setidaknya melalui program apotek dan dapur hidup sehat.

Sejak awal, kata Stefa, GMIM secara kelembagaan maupun warga menaruh perhatian dan kepedulian dalam pengelolaan sumber daya, selain teologis dan dana sebagai indikator menuju kemandirian gereja. Karena itu dalam Katekisasi Tahap III Pelsus ada materi penatalayanan gereja di bidang ekonomi dan etos kerja juga lingkungan hidup. Dengan maksud selain mulai dari pelsus tetapi juga dijabarkan kepada anggota jemaat.

Anggota DPD RI Ir. Stefanus BAN Liow, MAP aktif memotifasi warga dan jemaat untuk berkebun.(Foto: ist.)

Senator Stefa secara terbuka salut dan bangga karena realitanya saat ini secara kelembagaan melalui PSDD dan atau Kompelka menjadi inisiator dan penggerak menanam terutama hortikultura tetapi juga banyak Pendeta yang menjadi motivator dan pelaku langsung ‘Ba Kobong’, seperti Pdt Welly Pondaag, Pdt Lucky Tumbelaka, Pdt Wailan Posumah, Pdt Derby Taroreh, Pdt Billy Johanes, Pdt Daniel Bastian dan lain-lain.

Ia optimis dalam beberapa bulan ke depan banyak lahan-lahan tidur akan dibangunkan, terutama oleh PSDD dan Kompelka. Mulai dari kompleks gedung gereja dan pastori dengan Apotek dan Dapur Hidup diikuti di rumah-rumah anggota jemaat dengan polibag.

Stefa berkeyakinan, warga yang sukses dalam usaha dan kelompok pertanian dan peternakan akan ikut membantu sebagai implimentasi diakonal gereja.

Siapa yang menanam, dia akan menuai.

Bagikan Artikel ini
Tinggalkan ulasan

Liputan Khusus

Berita, Update, Preview Pertandingan

selama Piala Dunia 2022 Qatar hanya di LensaUtara.id

adbanner