Mengenal Biapong Temo Maumbi, Legenda Sejak 1980

Redaksi LensaUtara
Redaksi LensaUtara
2 menit Membaca
Biapong Tante Eske menimbulkan selera makan.(Foto: stv)

MINAHASA UTARA, LensaUtara.id – Berkunjung di Maumbi, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara, Anda wajib mencicipi biapong (bakpao) Tante Eske. Jajanan ini sudah ada sejak 1980.

Selain citarasanya yang lezat, lokasi penjualannya pun sangat strategis.

Ada beberapa jenis hidangan biapong di sini. Selain biapong temo, biapong ba ‘ (daging babi), ada juga biapong kacang. Jadi tergantung selera masing-masing. Selain rasanya enak, juga disajikan dalam keadaan panas.

Jadi, bagi Anda yang tidak menggemari biapong daging babi, tidak perlu khawatir, karena Tante Eske juga menyediakan biapong berisi kacang hijau yang diolah bersama gula, yang sering dikenal dengan biapong temo

Dengan isian yang sehat dan hangat makanan ini cocok sekali disantap saat pagi dan sore.

Untuk membedakan biapong isi daging babi dan temo, bisa dilihat dari bentuk luarnya. Biapong Ba’ (berisi daging babi) memiliki bentuk bagian atasnya seperti diputar. Sementara biapong isi kacang hijau, bentuknya bulat polos.

Dan bagi yang menggemari makanan pedas, penikmat biapong bisa menikmatinya dengan menambahkan saus pedas ala tante Eske

Untuk menikmati satu buah biapong, Anda harus merogoh kocek Rp 6.000. Dan karena rasanya yang sangat lezat dan bercitarasa tinggi, dijamin tidak akan membuat anda menyesal untuk menikmatinya.(stv)

Menikmati makan biapong dengan sukacita, maka hidup kita juga sehat

stv
Tinggalkan ulasan

Liputan Khusus

Berita, Update, Preview Pertandingan

selama Piala Dunia 2022 Qatar hanya di LensaUtara.id

adbanner