Manado, LensaUtara.id--Organisasi DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Sulut menggelar Dialog Pariwisata bertajuk “Destinasi Wisata Sulawesi Utara Bertahan dan Bertumbuh di Era Efisiensi” di Ballroom Kantor Pusat Bank SulutGo (BSG) Manado pada Kamis (15/10/2026).
Dialog para pelaku industri pariwisata Sulawesi Utara ini untuk menghadapi tekanan ekonomi global dan keterbatasan anggaran daerah yang makin terasa.
PUTRI Sulut merespons situasi sulit saat ini dengan mengumpulkan seluruh pengelola tempat rekreasi demi merumuskan strategi bertahan hidup sekaligus mencetak pertumbuhan bisnis baru.
Langkah kolektif ini membawa dampak penting bagi keberlanjutan sektor ekonomi publik yang menggantungkan mata pencaharian mereka pada kedatangan wisatawan.
Forum diskusi yang terintegrasi dengan Musyawarah Daerah (Musda) DPD PUTRI Sulut dan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PUTRI Kota Manado ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara, dr. Kartika Devi Tanos, MARS, yang hadir mewakili Gubernur Yulius Selvanus Komaling.
Dalam arahannya, pemerintah daerah memandang efisiensi bukan sebagai pengetatan yang mematikan ruang gerak pengelola destinasi wisata Sulawesi Utara.
“Efisiensi hendaknya tidak kita pandang sebagai pembatasan atau hambatan, melainkan sebagai pemicu lahirnya inovasi, bagaimana kita mengoptimalkan daya saing, memanfaatkan teknologi digital, serta meningkatkan standar pengelolaan tanpa mengurangi daya tarik dan kenyamanan destinasi,” ujar Kadispar Sulut
Ketua DPD PUTRI Sulut, Habelana Lucia Goni, SE., MM., menegaskan bahwa para pemilik objek rekreasi harus segera keluar dari zona nyaman.
Pelaku usaha pariwisata tidak boleh lagi menggunakan metode lama ketika tuntutan pasar dan beban operasional sudah berubah drastis.
"Di tengah keterbatasan anggaran dan tuntutan efisiensi, pengelola destinasi wisata dituntut untuk semakin kreatif, inovatif, dan profesional. Kita tidak cukup hanya bertahan, tetapi harus mampu menemukan peluang baru, meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan, mengelola usaha secara efektif, serta membangun kolaborasi erat dengan pemerintah, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Lucy, panggilan akrabnya.
Ia menyakini bahwa gagasan taktis yang lahir dari ajang ini dapat langsung dipraktikkan di lapangan guna memperkuat daya tahan bisnis rekreasi lokal.
Sinergi konkret antarlembaga menjadi kunci utama penyelesaian masalah efisiensi operasional, tuturnya.
Sesi diskusi panel menghadirkan pemikiran dari Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara dr. Kartika Devi Tanos, MARS, analis Bank SulutGo Praycilya Priskila Soetanto serta Sekretaris Jenderal DPP PUTRI Heni Smith yang juga merupakan pemilik The Lodge Group.
Praycilya memaparkan materi tentang Mengelola Keuangan Usaha Destinasi Pariwisata. Fokusnya yaitu dari pencatatan sederhana menuju usaha yang sehat, tertib dan berkembang.
“Penting karena masih ada yang menyatukan finansial pribadi dan usaha, padahal harusnya dipisah,” kata Praycilya.
Praycilya juga memaparkan berbagai produk BSG yang dapat membantu para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya.
Sinergi ini membuka akses pengetahuan berharga bagi para peserta.
Mereka mempelajari taktik pengelolaan tempat rekreasi berskala besar, pemahaman regulasi agar bisnis berjalan aman, pemanfaatan ekosistem digital, hingga skema dukungan finansial dari lembaga perbankan.
Efisiensi dan Peran Strategis PUTRI
Heni Smith pun menegaskan, efisiensi bukanlah berarti menghentikan pertumbuhan atau sekadar berhemat, melainkan cara menghasilkan nilai yang lebih besar menggunakan sumber daya yang tepat.
Pada kesempatan itu, Heni mengungkap Tiga Pilar Utama Pariwisata Menghadapi Tantangan, yaitu: bertahan, bertumbuh dan berkolaborasi.
Bertahan, yaitu memperkuat fundamental usaha, mengefektifkan operasional, dan memprioritaskan kualitas pengalaman pengunjung.
Sedangkan bertumbuh, mengandalkan inovasi, kreativitas, serta memaksimalkan potensi lokal seperti budaya, kuliner, dan UMKM
“Untuk berkolaborasi, yaitu dengan membangun ekosistem pariwisata yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat agar tidak berjalan sendirian,” kata Heni.
Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) berperan penting dalam memperkuat kebersamaan, menyuarakan kebutuhan industri, serta mendorong inovasi dan kebijakan usaha yang berkelanjutan.
Era efisiensi harus dijadikan momentum untuk memperbaiki fondasi usaha, beradaptasi, berinovasi secara cerdas, dan terus memberikan manfaat nyata agar pariwisata Indonesia semakin tangguh, berkualitas, dan berdaya saing,” kata Heni.
Usai sesi diskusi interaktif, agenda berlanjut ke penetapan struktur kepengurusan baru serta penyusunan program kerja jangka panjang melalui forum Musda DPD PUTRI Sulut dan Muscab DPC PUTRI Kota Manado.
Kolaborasi terarah ini menjadi pijakan awal bagi destinasi wisata Sulawesi Utara untuk terus beradaptasi dan mencetak prestasi di tengah tantangan zaman. (Redaksi LU)
Redaksi lensautara.id
Tim redaksi LensaUtara.id




