Ketiga pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Tomohon.(Foto: ist.)
TOMOHON – Kampanye terbuka Calon Walikota dan Wakil Walikota Tomohon sudah berakhir Sabtu (23/11/2024). Tiga pasangan calon Walikota-Wakil Walikota sudah menunjukkan kemampuan pengerahan massa masing-masing.
Tinggal melihat hasilnya pada 27 November 2024. Setidaknya selama masa Kampanye ketiga pasangan calon telah meraih simpati masyarakat Tomohon.
Berikut catatan Kampanye dari tiga pasangan calon yang dikutip dari beberapa media:
- Miky-Cherly
Kampanye terakhir di Kota Tomohon Sabtu (23/11/2024), pasangan calon nomor urut 1 Miky Wenur- Cherly Mantiri (Miky-Cherly) membuka mata warga Kota Bunga.
Pendukung yang datang dari 44 kelurahan, mulai anak muda hingga lansia begitu antusias dan militan.
”Ini memang pendukung murni yang ingin ikut berkampanye untuk Miky-Cherly tanpa ada tekanan, diharuskan hadir atau dibayar. Mereka benar-benar memberikan dukungan bagi Duo Wewene,” kata Piet HK Pungus, Ketua Tim Kampanye Miky-Cherly.
Diawali kampanye di Stadion Babe Palar dengan menampilkan sejumlah orator, mulai dari tim kampanye, para anggota DPRD, tokoh masyarakat, antaranya Ibharim Tular (pejuang pembentukan Kota Tomohon), hingga Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Ir Stefanus BAN Liow MAP, calon bersama massa pendukung berjalan menuju Menara Alfa Omega, Pusat Kota Tomohon.
Ribuan massa memenuhi jalan dari Stadion Babe Palar hingga Kompleks Menara Alfa Omega.
- Wenny-Michael
Kampanye akbar pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut-Michael Mait (WLMM) nomor urut 2 digelar di lapangan Babe Palar, Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan, Jumat (22/11/2024).
Wenny mengingatkan pendukung untuk terus mengobarkan semangat perubahan tanpa harus merasa takut dengan aksi – aksi yang bertujuan untuk melemahkan terwujudnya impian tersebut.
“Dengan antusiasme yang tinggi masyarakat Kota Tomohon menginginkan perubahan tetapi saya ingin menyampaikan mari kita lawan intimidasi.,” pekiknya.
Segala macam intimidasi, kata Wenny, sama sekali tidak mencerminkan kedewasaan politik sehingga tidak boleh dibiarkan berkeliaran di atas demokrasi Pancasila.
Selain itu, kepada seluruh pendukung Ia mengimbau untuk tetap berlaku santun dalam berpolitik, tidak terpengaruh dengan ulah pihak pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab.
“Kalau ada pidato-pidato yang menjelekkan nama saya jangan dibalas biarlah sebagai orang percaya, berkat Tuhan itu,” tuturnya disambut aplaus meriah.




