Melbourne, LensaUtara.id — Forum Business-to-Business (B2B) Matching yang berlangsung di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne, Australia, Kamis (22/10/2026), diikuti pula utusan dari Sulawesi Utara.
Dalam forum B2B ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mempromosikan potensi pariwisata, produk kerajinan lokal, dan peluang perdagangan daerah.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Indonesia Melbourne Business Forum itu mempertemukan pelaku usaha, eksportir, dan wirausahawan Indonesia dengan pemimpin bisnis, investor, serta profesional industri dari Australia.
Forum tersebut menjadi kesempatan bagi delegasi Sulawesi Utara untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menjajaki peluang kemitraan, memperluas akses pasar, dan membangun hubungan bisnis dengan mitra internasional.
Partisipasi Sulawesi Utara melibatkan Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulawesi Utara dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulawesi Utara.
Kepala Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulawesi Utara, dr. Devi Tanos, MARS, memaparkan potensi pariwisata Sulawesi Utara kepada peserta forum.
Ia memperkenalkan beragam daya tarik wisata daerah, mulai dari keindahan alam dan wisata bahari, bentang alam pegunungan dan gunung berapi, hingga kekayaan budaya serta tradisi masyarakat Minahasa dan komunitas lainnya di Sulawesi Utara.
Upaya tersebut sejalan dengan pengembangan destinasi daerah.
Promosi di Melbourne diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dengan pelaku industri pariwisata Australia sekaligus memperluas pengenalan Sulawesi Utara sebagai destinasi wisata bagi wisatawan mancanegara.
Selain pariwisata, Devi juga memperkenalkan peran Dekranasda Sulawesi Utara dalam mendukung pengembangan kerajinan lokal dan pemberdayaan perajin.
Berbagai produk kerajinan yang ditampilkan dalam Festival Indonesia Melbourne menjadi sarana untuk memperkenalkan kreativitas, identitas budaya, dan potensi ekonomi daerah kepada masyarakat Australia.
Melalui forum B2B Matching, produk kerajinan tersebut diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui peluang kerja sama dengan distributor, importir, dan mitra bisnis potensial.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Sulawesi Utara, Flori Sumerah, turut memaparkan potensi perdagangan daerah dan pentingnya meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal agar mampu menembus pasar internasional.
KADIN Sulawesi Utara mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk melalui fasilitasi bagi pelaku usaha yang ingin memulai kegiatan ekspor.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar produk lokal, meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam menjangkau pembeli dari luar negeri, serta memperkuat kontribusi UMKM terhadap perekonomian daerah.
Peluang ekspor produk lokal juga menjadi perhatian dalam pemberitaan BeritaManado.com mengenai upaya membuka pasar China bagi UMKM Sulawesi Utara.
Dalam kesempatan yang sama, Flori juga memperkenalkan Tibogaul, usaha layanan tour and travel yang berbasis di Manado, Sulawesi Utara.
Pengenalan usaha tersebut turut menunjukkan peluang pengembangan bisnis di sektor perjalanan dan pariwisata, termasuk potensi kolaborasi dengan mitra Australia untuk mempromosikan Sulawesi Utara kepada wisatawan internasional.
Perpaduan promosi pariwisata, kerajinan, dan perdagangan dalam satu forum diharapkan dapat memperluas peluang kerja sama ekonomi Sulawesi Utara dengan Australia.
Forum B2B Matching dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon mitra bisnis dari Australia melalui pertemuan yang terarah.
Pelaku UMKM, eksportir, dan wirausahawan berkesempatan membangun jejaring, bertukar informasi mengenai kebutuhan pasar, serta menjajaki kemungkinan kerja sama dalam pengembangan produk dan layanan.
Bagi Sulawesi Utara, forum tersebut menjadi salah satu sarana untuk menghubungkan potensi daerah dengan peluang perdagangan internasional. (Redaksi LU)
Redaksi lensautara.id
Tim redaksi LensaUtara.id




