Ad imageAd image

358 Rumah Komunitas Adat Terpencil di Sangihe Dibangun Kemensos

Redaksi LensaUtara
Redaksi LensaUtara
2 menit Membaca
Kepala dinas Sosial Kabupaten Sangihe Danny Mandak. (Sumber: Redaksi.)

Sangihe, LensaUtara.id – Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia hingga 2021 sudah membangun 358 unit rumah untuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang tersebar di empat kecamatan.

“Sebanyak 358 rumah untuk komunitas adat terpencil sudah selesai dibangun sampai tahun 2021,” kata Kepala dinas Sosial Kabupaten Sangihe Danny Mandak di Tahuna, Kamis.

Dia mengatakan pembangunan rumah untuk komunitas adat terpencil merupakan program dari Kementerian Sosial yang dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Dia menjelaskan, pembangunan rumah untuk komunitas adat terpencil dimulai pada tahun 2017 sebanyak 77 unit. di Kampung Pindang 45 unit dan di Kampung Mawira, Kecamatan Manganitu Selatan 32 unit.

Tahun 2018 sebanyak 120 unit dibangun di dua kampung, yaitu Tambung Aha Patung 65 unit dan Lehimi Tariang 55 unit.

Tahun 2019 sebanyak 131 unit tersebar di tiga kampung masing-masing Bukide Timur 65 unit, Bebalang 21 unit dan Batunderang 45 unit.

Sedangkan untuk tahun 2020 tidak ada pembangunan rumah KAT akibat pandemi COVID-19. Namun, tahun 2021 kembali dibangun 30 unit rumah di Kampung Laotongan, Kecamatan Tabukan Selatan.

Setiap rumah juga mendapat jaminan hunian dari Kementerian Sosial berupa peralatan rumah tangga, seperti kompor, kasur untuk tempat tidur serta keperluan lainnya.

Selain itu, kata dia, selama tiga tahun berturut-turut, komunitas adat terpencil juga mendapat bantuan jaminan hidup dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial berupa bahan makanan.

Membangun rumah itu mudah, tapi membangun rumah tangga itu yang sulit

Bagikan Artikel ini
Tinggalkan ulasan

Liputan Khusus

Berita, Update, Preview Pertandingan

selama Piala Dunia 2022 Qatar hanya di LensaUtara.id

adbanner