Wali Kota Manado Canangkan Orang Tua Asuh Stunting

Redaksi
Redaksi
3 menit Membaca
Wali Kota Manado Canangkan OrangTua Asuh Stanting.(Foto: LU-0200)

MANADO, LensaUtara.id – Walikota Manado Andrei Angouw menghadiri Pembukaan KKN Mahasiswa Kelas Reguler Transfer dan Pencanangan Program Orang Tua Asuh Stunting (Pot Ashanti) di Kampus Universitas Muhammadyah, Kelurahan Pandu, Kamis (28/07).

Pada kunjungan ini, Walikota memberikan kuliah umum dengan tema: Sinergitas Universitas Muhammadiyah Manado Bersama Pemerintah Kota Manado dalam Membangun Manado Hebat.

Wali Kota Manado canangkan OrangTua Asuh Stanting.(Foto: LU-0200)

Acara dilanjutkan dengan Pencanangan Program Orang Tua Asuh Stunting dalam rangka perbaikan gizi agar Kota Manado bebas dari Stunting. Pencanangan dilakukan Walikota Manado didampingi Rektor Muhammadiyah, Asisten I dan Ketua Panitia yang ditandai dengan penekanan tombol sirine.

Walikota menyinggung soal imunisasi yang harus digiatkan agar Manado menjadi sehat yang diawali dengan anak-anak yang harus sehat. Walikota juga merespon masalah di sekitaran universitas termasuk soal air bersih di pemukiman. Walikota menyampaikan telah mendiagnosa masalah air bersih di Kota Manado termasuk di lokasi ini yang akan diprogramkan.

Walikota juga berharap adanya kolaborasi antara pemerintah dengan pihak universitas untuk menyukseskan berbagai program pemerintah termasuk dalam bidang kesehatan, soal gizi, imunisasi dan bersama-sama menyikapi masalah stunting.

Setelah acara pembukaan KKN dan Pencanangan POT Ashanti selesai, Walikota memberikan kuliah umum kepada Mahasiswa Muhamammdiyah.

Dalam kuliah umum, Walikota menyampaikan kondisi bangsa ini secara umum, soal peran mahasiswa di Indonesia dan berbagai hal pentingnya mahasiswa mengisi pembangunan ini. Walikota berharap Mahasiswa harus menjadi ahli di bidangnya masing-masing. “Untuk menjadi ahli harus mengikuti perkembangan,” katanya.

Walikota juga ikut menyampaikan semua mekanisme yang ada di Universitas ini baik sistem belajar mengajar, para dosen, pegawai, mahasiswa termasuk alumni akan menjadi semacam bola salju yang setiap hari semakin membesar untuk kepentingan universitas dalam rangka mensejahterakan masyarakat karena dianggap berguna bagi masyarakat.

Soal toleransi juga disampaikan Walikota yang harus dibangun dan terbangun lewat universitas Muhammdiyah Manado untuk memberikan contoh kepada dunia luar dan kepada Indonesia. “Ini nilai-nilai yang harus dijaga dan dipupuk untuk kebersamaan kita semua,” kata Walikota.

Soal etos kerja juga ikut didorong Walikota untuk tetap ditingkatkan bagi para mahasiswa. Kemajuan teknologi harus mampu kita sikapi agar tidak terjebak pada hal-hal yang merugikan kita akibat teknologi.

Acara di tutup dengan Penandatanganan MUO antara Pemerintah Kota Manado dengan Universitas Muhammdiyah Manado.

Hadir dalam Kegiatan ini Asisten I Pemerintah Kota Manado Heri Saptono, Pimpinan Muhammadyah Sulut, Pimpinam Muhhamdiyah Manado, Rektor Universitas Muhammadyah Manado, Para Dosen dan staf Pengajar, staf ahli Walikota Rustam Hasan, Camat Bunaken Boy Pandean, Kapolsek Bunaken dan Kapolsek Tuminting, Kepala Puskesmas Bailang, Lurah Bunaken, Bailang, dan Pandu, para orangtua siswa dan peserta KKN serta undangan lainnya.

Setiap orang mungkin bisa saja menjalankan kapalnya, tetapi hanya seorang pemimpinlah yang bisa menentukan arahnya

Tinggalkan ulasan

Liputan Khusus

Berita, Update, Preview Pertandingan

selama Piala Dunia 2022 Qatar hanya di LensaUtara.id

adbanner