Tak Redup Digilas Jaman, Grup Musik Bambu Orion Tetap Eksis

Redaksi
Redaksi
3 menit Membaca
Grup Musik Bambu Orion Kakaskasen Tiga Kota Tomohon.(Foto: van)

TOMOHON, LensaUtara.id – Grup Musik Bambu Orion Kakaskasen Tiga, Kota Tomohon Sulawesi Utara, tetap bertahan dan terus menunjukkan eksistensinya di era modern dan serba digital saat ini. Buktinya, grup ini masih sering di undang pada acara resmi, syukuran, seremonial dari lokal, nasional, sampai internasional.

Kemahiran menggunakan alat musik bambu dan aransemen sudah tidak perlu di pertanyakan lagi. Inovasi dan kreatif dalam menggunakan alat musik ini membuat mereka tidak tergilas oleh jaman.

Sejarah alat Musik Bambu di Minahasa sudah dikenal sejak dahulu kala. Ketika itu alat musiknya masih berbentuk 3 (tiga) ruas bambu dengan panjang yang berbeda, sekitar 8 cm yang diikat menjadi satu. Alat musik ini dibuat dari Bulu Tui, sejenis bambu berdiameter kecil, hanya 2-3 cm. Ia menghasilkan 3 jenis nada yang gunanya untuk memanggil burung Manguni di malam hari yang di sebut Sori.

Grup Musik Bambu Orion Kakaskasen Tiga Kota Tomohon.(Video: van)

Selanjutnya di Jaman Portugis datang ke Minahasa, pada sekitar tahun 1560 dikenal Suling Bambu Penthatonis 5 (lima) lubang dan dilengkapi satu lubang untuk meniup. Suling bambu kemungkinan datang dari Ternate bersama Kolintang Gong (Momongan), melalui perdagangan beras Minahasa sejak Jaman Portugis di Minahasa sampai jaman VOC Belanda 1560-1870.

Suling ini menghasilkan 5 (lima) macam nada dan menjadi salah satu alat musik pendukung Musik Maoling yang terdiri dari kolintang gong, tambur dan gong besar.

Sampai tahun 1880, Orkes Musik Bambu hanya berupa musik suling saja. Nanti setelah tahun 1880-an barulah masyarakat mengenal alat musik bambu yang berfungsi sebagai Bass dan Tuba (Piston). Sejak itulah dikenal nama orkes Musik Bambu Melulu yang terdiri dari sederetan peniup suling , tambur besar kecil, korno (Hoorn), piston dari bambu, bombardon (bas) dari bambu, pontuang, dan gong.

Musik ‘Suling Bambu’ perlahan-lahan tersingkir oleh orkes Musik Bambu yang alat musiknya bukan hanya suling saja, melainkan campuran beberapa jenis alat musik dari bambu. Bahkan didukung pula oleh alat-alat musik buatan Eropa seperti tambur, genderang, clarinet, dan terompet.(van)

Musik adalah tempat berlindung saya. Saya bisa merangkak ke dalam ruang di antara nada-nada itu dan meringkuk di punggung kesepian

van
Tinggalkan ulasan

Liputan Khusus

Berita, Update, Preview Pertandingan

selama Piala Dunia 2022 Qatar hanya di LensaUtara.id

adbanner