Ad imageAd image

Program Wirausaha Bagi Penyandang Disabilitas Pertama Dilaksanakan di Sulut

Redaksi
Redaksi
2 menit Membaca
Pemerintah Kota Manado lewat Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Manado, memfasilitasi kegiatan Program Difablepreneur Indonesia Inklusif di Kantor Dinsos.(Foto: LU-0200)

MANADO, LensaUtara.id – Pemerintah Kota Manado lewat Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Manado, memfasilitasi kegiatan Program Difablepreneur Indonesia Inklusif di Kantor Dinsos Jl. W. Z. Yohanes No. 56, Bumi Nyiur, Kec. Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (31/08).

Pelindo Manado Regional 4 bekerjasama dengan Yayasan Menembus Batas melakukan kolaborasi program untuk membantu memberdayakan para penyandang disabilitas melalui mentoring usaha yang dimiliki oleh teman-teman disabilitas. Acara ini di selenggarakan selama tiga hari, mulai Selasa (30/08)-Kamis (01/09).

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Manado Sammy Kaawoan mengatakan, program ini sangat baik dan pertama di Sulawesi Utara. “Kami pemerintah Kota Manado mengapresiasi dan memfasilitasi kegiatan yang diinisiasi Pelindo dan Menembus Batas dari Jakarta, untuk memberikan materi kewirausahaan kepada penyandang disable,” ungkapnya.

Nicky Clara, Ketua Yayasan Menembus Batas kepada LensaUtara.id, mengatakan, Menembus Batas adalah Yayasan Sosial Enterprise yang fokus memberdayakan para penyandang disabilitas berdiri sejak tahun 2011.

“Sebelumnya kami lebih banyak berada di Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Sekarang untuk pertama kali menembus batas berada di Sulawesi Utara setelah sebelumnya untuk pulau Sulawesi di Sulawesi Selatan,” kata Clara.

Menurut Clara pelatihan seperti ini sudah sering dilaksanakan melalui on line, dan sangat di sayangkan dari data base kami 55 ribu tidak ada satupun dari Sulawesi Utara yang ikut pelatihan secara on line.

“Kami menempatkan mereka berdasarkan kemampuan, minat dan bakat mereka. Kemudian teman-teman disabilitas kita fasilitasi mengikuti pelatihan profesional, digital, dan juga usaha, bukan hanya itu, Menembus Batas juga menjadi jembatan antara lembaga-lembaga seperti BUMN, pemerintahan,” jelas Clara.

Banyak program pemberdayaan yang membutuhkan sumber daya manusia, namun tidak tersampaikan kepada teman-teman disabilitas dengan baik.

Sedangkan Humas Pelindo Nurina Marseillya berharap ini bisa berkelanjutan ke depannya, apa yang mereka dapat di Work Shop ini bisa dijalankan pada kehidupannya sehari-hari, ini terbuka untuk semua penyandang Disabilitas.

Bagikan Artikel ini
Tinggalkan ulasan

Liputan Khusus

Berita, Update, Preview Pertandingan

selama Piala Dunia 2022 Qatar hanya di LensaUtara.id

adbanner