Pencetak Atlet Olimpiade, PB Pisok yang Terlupakan

Taufik Darmawan
Taufik Darmawan
2 menit Membaca
Greysia Polii bersama Liliyana Natsir saat masih berlatih di PB Pisok Manado.(Foto: spego)

MANADO, LensaUtara.id – Banyak warga Indonesia mungkin tidak tahu, peraih medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro Liliyana Natsir dan peraih medali emas Olimpiade 2020 Tokyo Greysia Polii, memulai karirnya dari kota dan sekolah pelatihan bulutangkis yang sama.

Begitu pula beberapa nama lainnya seperti Deyana Lomban dan Ronald Alexander.

Mereka ternyata pernah memulai karir pebulutangkisan di Perkumpulan Bulutangkis (PB) Pisok Manado. Tempat pelatihan bulutangkis usia dini tersebut terletak di Jl. Stadion Klabat Selatan Kecamatan Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Sebelum beralih fungsi menjadi tempat pelatihan bulutangkis, gedung pelatihan PB Pisok merupakan sasana tinju milik pemerintah yang dibiarkan terbengkalai.

Mendiang Simon Petrus Goni (Spego) adalah salah seorang pendiri dan yang meminta izin langsung kepada Wakil Gubernur Sulut waktu itu Freddy Sualang, untuk memakai gedung terbengkalai itu sebagai markas baru PB Pisok di tahun 1996.

PB Pisok pencetak atlet juara Indonesia.(Video: taufik)

Ia kemudian merenovasi segala kerusakan di gedung itu dengan dana seadanya, untuk minimal bisa layak dipakai berlatih.

Tidak seperti para atlet cetakannya yang akan dikenang dan dikenal sepanjang masa, tidak untuk PB Pisok. Belum lagi melihat kondisi bangunan dan fasilitasnya yang membuat pilu.

Permukaan lapangannya banyak yang bergelombang, gentengnya banyak berlubang, tidak punya toilet yang memadai, beberapa bagian bangunannya ditutup terpal, terkesan usang dimakan jaman.

Walau begitu PB Pisok masih berjalan dengan program latihannya sampai hari ini. Berupaya untuk tetap ada demi cita-cita dan mimpi Liliyana dan Greysia lainnya.

Semoga ada perhatian dari pemerintah, untuk ikut menjaga serta memajukan bulutangkis Sulawesi Utara dan peninggalan bersejarah bernama PB Pisok.(fik)

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia, berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya

Group Band Nidji, dalam penggalan lirik lagu Laskar Pelangi
Tinggalkan ulasan

Liputan Khusus

Berita, Update, Preview Pertandingan

selama Piala Dunia 2022 Qatar hanya di LensaUtara.id

adbanner