Mane’e: Tradisi Tangkap Ikan dengan Tangan Kosong

Redaksi LensaUtara
Redaksi LensaUtara
2 menit Membaca
Mengenal tradisi-Mane'e di Sulawesi Utara, ada sejak abad ke-16.(Foto: koropak)

MEMANCING ikan merupakan hobi yang banyak dilakoni para kaum adam. Berjam-jam waktu terlewatkan untuk mendapatkan ikan dengan tali pancing maupun joran. Tapi ketahuilah, ada banyak orang yang bisa menangkap ikan dengan tangan kosong.

Berada di tengah laut, pantai, danau maupun sungai dengan hanya menggunakan peralatan tali pancing ataupun yamg sudah modern seperti joran, menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pemancing. Namun, menangkap ikan hanya dengan tangan kosong; tentu terdengar mustahil.

Namun, hal tersebut bukan mustahil bagi masyarakat Talaud. Mereka, berbondong-bondong di tepi pantai, berebut menangkap ikan dengan tangan tanpa peralatan. Tradisi ini disebut Mane”e.

Tradisi ini terakhir dilakukan di Pulau Intata, Desa Kakorotan, Kecamatan Nanusa, Kabupaten Talaud pada bulan Mei 2021 lalu.

Ritual Mane’e dimulai dengan berkumpulnya para nelayan bersama dengan pemuka adat serta pemerintah daerah setempat. Ini dilakukan untuk menentukan waktu yang tepat untuk melakukan ritual.

Setelah tanggal mane’e ditentukan, para pemuka adat akan berdoa menggunakan bahasa adat kuno.

Dalam sambutannya Bupati kepulauan Talaud mengatakan kegiatan mane’e adalah Tradisi tangkap ikan dengan menggunakan Daun kelapa dan dalam bahasa Adat Moyang Talaud. Wilayah pelaksanaan tradisi Mane’e biasanya dilaksanakan Ehat (larangan menangkap ikan) selama tiga bulan sekali oleh warga setempat untuk menjaga kembang biak pertumbuhan ikan.

Kegiatan tradisi Mane’e selalu mengundang perhatian pengunjung lokal sampai manca Negara untuk melihat keindahan Alam laut tutur dr. Elly Engelbert Lasut.(andre)

Tinggalkan ulasan

Liputan Khusus

Berita, Update, Preview Pertandingan

selama Piala Dunia 2022 Qatar hanya di LensaUtara.id

adbanner