MINAHASA, LensaUtara.id – Salah satu cafe yang unik, bukan karena interior, tapi suasana dan pemandangannya yang menarik perhatian yaitu Makatete Hills. Menyuguhkan pemandangan Ibu Kota Sulawesi Utara.

Satu pandangan mata akan menangkap banyak perhatian alam. Gunung Klabat, Gunung Tumpa, Pulau Bunaken, Manado Tua dan Hutan-hutan yang ada di perbatasan Kota Manado. Bahkan Bandar Udara Samratulangi dapat terlihat dari Makatete Hills.
Fasilitas Makatete Hills sebagai hiburan tambahan pengunjung, Makatete Hills, Desa Warembungan, Minahasa. (Sumber: nad.)
Jika Lensa Mania berada di Pusat Kota dan melihat sebuah Monumen Salib di pegunungan, di situlah letak Makatete Hills. Tepatnya di Desa Warembungan, Minahasa.
Akses ke Makatete Hills tergolong mudah dan cepat. Hanya butuh waktu sekitar 15-20 menit untuk bisa sampai di atas Bukit Warembungan.
Karena Makatete Hills masuk dalam destinasi wisata, untuk akses masuk pengunjung dikenakan biaya 10 ribu rupiah saja perorangnya.
Fasilitas Makatete Hills pun tidak kalah menarik. Pengunjung dapat menaiki ayunan yang berada di atas Hutan Wilayah Sea, menaiki sepeda serasa seperti terbang dan balon udara. Namun, sayangnya untuk saat ini belum bisa digunakan kembali karena sedang dalam perbaikan.
Makanan dan minumannya pun sangat beragam dan cocok menemani Coffee Time pengunjung di sore menjelang malam hari sambil menikmati matahari tenggelam. Maka dari itu, Makatete Hills cocok dijadikan sebagai tempat masyarakat menghabiskan waktu bersama teman, keluarga, pasangan.
Pemilik Makatete Hills sendiri adalah berasal dari masyarakat lokal, Keluarga Pelealu Kuntag. Kami melakukan perbincangan singkat bersama sang anak Sintia. Beliau menceritakan pertama kali Makatete Hills dibangun.
“Makatete Hills sendiri sudah ada dari tahun 2019. Dulunya belum seperti ini, seiring berkembangnya omset, tentu banyak renovasi yang dilakukan for memperbagus dan mempercantik Makatete Hills,” jelas Sintia.
Makatete Hills akan terus berkembang dan akan terus menjadi bagian dari pariwisata Sulawesi Utara.