Ad imageAd image

Harga BBM Naik, Pengamat: Anggaran Pemerintah Terjadi Penyesuaian

Redaksi
Redaksi
2 menit Membaca
Situasi setelah kenaikan harga BBM di SPBU Tikala Manado.(Foto: LU-0200)

MANADO, LensaUtara.id – Presiden RI Joko Widodo resmi mengumumkan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Pertamax dan Solar, Sabtu (03/09/2022).

Harga terbaru di semua SPBU di Sulawesi Utara,
• Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter.
• Pertamax Rp 12.750 per liter menjadi Rp 14.850 per liter.
• Solar Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter.

Harga terbaru BBM bersubsidi dan non-subsidi ini berlaku mulai pukul 14.30 WITA hari ini. 

Wacana kenaikan harga BBM bersubsidi mencuat dalam beberapa waktu terakhir seiring membengkaknya nilai subsidi energi.

Apa dampak pada perekonomian Sulawesi Utara?

Pengamat Ekonomi Universitas Samratulangi Manado Vecky A. J. Masinambow, S.E, M.S.(Foto: ist.)

Pengamat Ekonomi Universitas Samratulangi Manado Vecky A. J. Masinambow, SE, MS mengatakan, dari sisi supply pasti berdampak pada inflasi karena kenaikan biaya.

Namun dari segi anggaran pemerintah terjadi penyesuaian kapasitas belanja baik operasi maupun belanja modal, ungkapnya.

Namun diperkirakan inflasinya hanya bergerak untuk stocknya dalam jangka pendek, tambahnya, kepada LensaUtara.id, lewat pesan singkat jumat (03/09).

Pantauan LensaUtara.id beberapa jam sebelum diumumkan harga BBM yang baru, terjadi kelangkaan di beberapa SPBU di Manado sehingga antrean panjang di SPBU lain tak terhindarkan. Di beberapa tempat pengisian BBM bersubsidi pun sudah mulai menggunakan aplikasi Mypertamina yang direncanakan akan diterapkan secara resmi awal Oktober, menurut manager di beberapa SPBU.

Bagikan Artikel ini
Tinggalkan ulasan

Liputan Khusus

Berita, Update, Preview Pertandingan

selama Piala Dunia 2022 Qatar hanya di LensaUtara.id

adbanner