TONDANO, LensaUtara.id – Kehadiran ‘Agama Malesung’ kini menjadi viral di Tanah Adat Minahasa. Penyebutan Agama Malesung sebetulnya tidak terlalu tepat, karena kelompok ini masih digolongkan sebagai ‘penghayat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa’.

Dan saat ini mereka membentuk lembaga yang mereka sebut Laroma (Lalang Rondor Malesung = Jalan Lurus Malesung). Malesung sendiri merupakan nama kuno Minahasa.
Apa sebetulnya ‘Agama Malesung’ itu, berikut hasil wawancara LensaUtara.id dengan Iswan Sual (38 tahun), pemimpin Laroma (Agama Malesung), Jumat (15/07).
Satu hal yang mungkin menimbulkan pertanyaan siapa dan apa latar belakang Iswan Sual. Dan juga apa motivasinya menghadirkan kembali agama tua orang Minahasa.

Yang lebih membuat orang penasaran, karena ternyata Iswan Sual dulunya adalah Penatua Pemuda GMIM di Jemaat Bukit Moria Desa Tondey Satu, Kecamatan Motoling, Minahasa Selatan. Bahkan ia pernah menjadi Sekretaris Jemaat di gereja tersebut.
Menurut Iswan, sejak kecil sebetulnya ia sudah mengenal tentang agama suku Minahasa. Karena kebetulan orang tua dan keluarganya masih kental dengan ajaran leluhur Minahasa. Meskipun ia akui mereka sudah menjadi Kristen. “Saya akui, walaupun kami dulunya sudah Kristen, tapi masih percaya pada agama leluhur. Jadi bisa dibilang sinkretisme,” tuturnya.
Dalam perjalanan hidup selanjutnya, ia terus mempelajari adat istiadat dan ajaran para leluhur Minahasa. Apalagi di masa kuliahnya di Fakultas Sastra Unima, Tondano, ia banyak belajar mengenai kebudayaan dan adat istiadat orang Minahasa.
Dan dari pergaulannya dengan orang-orang yang masih setia memegang adat leluhur Minahasa, ia mulai tertarik untuk mendalaminya. Dari pendalaman itulah ia memutuskan untuk menjadi penganut agama leluhur orang Minahasa. “Jadi saya ingin sampaikan, saya tertarik dengan agama suku ini bukan karena pernah kecewa dengan gereja. Tapi karena saya merasa terpanggil untuk mendalaminya. Dan di sini saya merasa nyaman,” ujarnya lagi.
Menurut dia, kelompok Laroma yang dipimpinnya sudah mencapai 157 orang. Dan yang bertindak sebagai Walian (pemimpin agama/imam) adalah pamannya sendiri, Frits Sual. “Walian kami ini mempunyai kemampuan mewarisi roh suci para lelulur Minahasa,” jelasnya.




