MINAHASA, LintasUtara.id – Libur akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk berkunjung ke salah satu tempat bersejarah di Desa Lotta, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa.

Ada Makam Tuanku Imam Bonjol yang terkenal disemayamkan disini. Namun tak banyak yang tahu keberadaan sebuah gua bersejarah peninggalan Perang Dunia (PD) II, tempat tersebut yakni Gua Santa Maria Bunda Hati Kudus.
Gua Santa Maria berada di area kompleks Wisma Lorenzo Sentrum Kateketik Pineleng, tepat di sebelah bangunan Immanuel Amplitheater Catholic Youth Centre.
Pastor Kristianus Ludong, Pr., penanggungjawab Komisi Sentrum Kateketik, ditemui di Wisma Lorenzo, Kamis (26/05/2022) membenarkan Gua Santa Maria adalah bekas peninggalan zaman penjajahan Jepang di Nusantara.
“Gua tersebut di masa PD II, dijadikan tempat persembunyian Tentara Jepang dari pesawat pengebom milik Amerika Serikat dari Pulau Morotai yang menyasar markas pasukan Jepang di Manado dan Minahasa,” tuturnya.
Saat itu, tentara Jepang menggali gua dengan ukuran lebar tiga meter dan tinggi dua meter untuk berlindung,dan sebagai lokasi penyimpanan logistik serta obat-obatan.

“Sebab di depan Gua ini dahulu terdapat sebuah bangunan Rumah Sakit Angkatan Laut Jepang, yang disebut Kaigun Byoin,” lanjut Pastor Kris, sapaan akrab Ketua Komisi Sentrum Kateketik sejak tahun 2018 tersebut.
Setelah bala tentara Jepang angkat kaki dari Indonesia di era kemerdekaan, kawasan tersebut dibangun Gedung Pusat Pembinaan Pendidikan Agama (P3A) pada Mei 1966.
“Sentrum Kateketik atau tempat pembinaan pemimpin umat resmi berdiri pada tahun 1967, bertepatan dengan Konsili Vatikan Kedua. Hingga kini tempat ini jadi pusat pembinaan umat Katolik di bawah wilayah keuskupan Manado yang mencakup Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo,” jelasnya.
Sekitar tahun 1989, gua itu sempat dikosongkan oleh seorang bernama Cirilus Kandow dari Ranotongkor serta beberapa pekerja dan karyawan Sentrum Kateketik. Gua itu kembali digali sehingga panjangnya bertambah dari yang semula 30 meter.
Selanjutnya pada tahun 1991 Pastor Van Paassen MSC menyuruh seorang pria dari keluarga Lumingkewas-Arianti untuk menginap di Gua saat berkunjung ke Sentrum Kateketik.



