Acara Forum Perangkat Daerah digelar di lingkungan Dinas Pariwisata Kota Tomohon Kamis (12/2) sore. (Ist)
Tomohon, LensaUtara.id – Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon, Yudhistira Siwu menegaskan pentingnya penerapan digitalisasi dalam pengelolaan destinasi wisata guna meningkatkan pengalaman wisatawan dan efisiensi operasional di masa mendatang.
Hal itu disampaikan Yudisthira saat membuka resmi acara Forum Perangkat Daerah yang digelar di lingkungan Dinas Pariwisata Kota Tomohon Kamis (12/2) sore.
Yudhistira yang didampingi Sekretaris Dinas Chrisnaldus Roring SE. Par, MAP menargetkan, pada tahun 2027, inovasi teknologi akan menjadi pilar utama dalam pengembangan pariwisata kota ini.
Dalam rapat koordinasi yang dihadiri berbagai pihak terkait, termasuk Bapelitbangda melalui Kabid Ekonomi Royke Posumah, fokus utama adalah memperkuat inovasi di destinasi wisata serta meningkatkan aspek keamanan. Kegiatan ini bertujuan mendukung posisi Tomohon sebagai salah satu tujuan wisata internasional yang kompetitif dan berkelanjutan. Penyusunan Rencana Kerja Tahun 2027 pun menjadi bagian dari agenda penting, dengan tujuan memantapkan indikator capaian kinerja Dinas Pariwisata secara lebih tajam.
Dalam rapat tersebut disampaikan pula penekanan terhadap efisiensi anggaran, di mana semua peserta sepakat untuk tetap fokus pada realisasi program yang telah diusulkan. Hal ini diharapkan mampu memberikan dampak maksimal terhadap pengembangan destinasi wisata tanpa mengorbankan aspek keuangan yang sehat dan berkelanjutan. Keberhasilan pengelolaan anggaran ini diyakini akan mendukung pelaksanaan program-program prioritas demi kemajuan pariwisata kota.

Sementara itu, sejumlah tokoh pemerhati pariwisata Kota Tomohon dan stakeholder terkait pariwisata turut memberikan usulan strategis untuk pengembangan daerah wisata. Pada pokok pikiran mereka, pengembangan destinasi wisata berbasis budaya menjadi prioritas utama. Beberapa destinasi wisata yang ada harus dikelola lebih lanjut.
“Berdayakan aset wisata yang ada , misalnya Taman Wisata Alam Kota Tomohon, Resting Area, dan air terjun Tinoor,” ujar Kepala Badan Promosi Pariwisata Kota Tomohon Habelana Lucia Goni SE MM saat menyampaikan masukan terkait upaya peningkatan wisata.
Menurut Goni, usulan ini dipandang mampu memperkaya daya tarik wisata kota Tomohon dan meningkatkan kunjungan dari wisatawan lokal maupun mancanegara asalkan ditambahkan dengan penguatan modal.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, diharapkan Kota Tomohon dapat semakin memperkuat posisi sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. Dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi pariwisata masa depan yang inovatif dan berdaya saing tinggi. (Redaksi LU)