Unima Kirim Puluhan Mahasiswa Magang ke Jepang, Prof Deitje Katuuk: Terimakasih Pak Gubernur

Redaksi LensaUtara
Redaksi LensaUtara
3 menit Membaca
Rektor Unima Prof Dr Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd.(Foto: ist.)

TONDANO, LensaUtara.id – Universitas Negeri Manado (Unima) mengirim puluhan mahasiswa dalam Program Internship ke Jepang. Mereka dilepas Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Prof Dr (HC) Olly Dondokambey, SE di lantai 6 kantor gubernur, Jumat (26/04/2024).

Rektor Unima Prof Dr Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd bersama pejabat Unima hadir dalam acara pelepasan tersebut. Prof Katuuk mengaku senang. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang telah menyertakan Unima dalam kerjasama dengan Jepang.

“Terima kasih Pak Gubernur yang sudah sertakan Unima kerjasama dengan Jepang. Jadi kami juga punya program merdeka pelajar kampus merdeka. Maka program ini, program magang kerja. Desember kita sudah MoU dan saat ini kita langsung PKS (perjanjian kerja sama),” ucapnya kepada sejumlah wartawan, Jumat (26/04/2024).

Ia juga menjelaskan, saat melakukan perjanjian kerja sama, para mahasiswa yang masuk dalam program internship ke Jepang telah melewati tes wawancara. Hasilnya ada 24 mahasiswa yang dinyatakan lulus. Untuk tahap kedua di bulan Agustus 2024, ada 21 mahasiswa yang akan diberangkatkan.

“Jadi ini benar-benar dinilai, diukur. Dan dari sekian mahasiswa yang ikut tes, 24 ini (mahasiswa) yang lulus. 21 mahasiswa lainnya nanti menyusul bulan Agustus. Karena masih perlu lagi ditambah bahasa Jepang-nya. Kami juga akan mengirim mahasiswa jurusan tata boga. Karena mereka butuh yang tata boga,” ujar Prof Katuuk.

Rektor Katuuk menyampaikan bahwa hal ini telah disampaikan ke Kementerian Pendidikan lewat Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Selain itu Unima juga sudah mengajukan ijin keluar negeri mahasiswa dan melaporkan ke Kedutaan Jepang.

“Jadi ini sudah terlaporkan dengan baik. Kami juga nanti akan kunjungan ke Jepang, memastikan mahasiswa ini benar-benar ada. Dan semua perjanjian yang sudah ditandatangi dipenuhi. Mahasiswa harus balik. Kalau tidak bisa DO (drop out). Tidak bisa menyelesaikan studi. Kalau sudah selesai (magang), balik lagi ke kampus. Dan kalau mau direkrut lagi, silahkan,” imbuh Katuuk.

Kata Prof Katuuk, Mahasiswa Unima yang magang di Jepang akan ditempatkan di beberapa tempat usaha. Nantinya para mahasiswa ini akan belajar banyak hal untuk menambah kopetensi. Kata dia, Gubernur Olly Dondokambey telah memastikan bahwa kerjasama selama ini antara Pemprov Sulut dengan Jepang berjalan dengan baik.

“Ada di perhotelan, mereka juga akan belajar managemen, penataan dan sebagainya. Ini menambah kopetensi mereka. Karena mahasiswa ini juga menambah belajar bahasa Jepang. Nanti ini akan dikonfersi jadi SKS, jadi mata kuliah bahasa Jepang lainnya sudah tidak perlu mereka ambil karena sudah belajar di Jepang satu tahun. Mereka juga dapat insentif,” tandasnya.

Bagikan Artikel ini
Tinggalkan ulasan

Liputan Khusus

Berita, Update, Preview Pertandingan

selama Piala Dunia 2022 Qatar hanya di LensaUtara.id

adbanner