Wali Kota Tomohon Caroll Senduk bersama utusan khusus dari Seychelles berdiskusi bersama untuk pengembangan pariwisata berbasis florikultura. (Ist)
TOMOHON, LensaUtara.id — Wali Kota Tomohon, Caroll Joram Azarias Senduk (CS), melakukan pertemuan bersama utusan khusus dari Republik Seychelles di Kantor Wali Kota Tomohon, Senin (20/4/2020).
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota menerima kunjungan Joshua Somba yang merupakan utusan khusus dari Duta Besar Republik Seychelles Nico Barito.
Sebagaimana diketahui, Nico Barito juga menjabat sebagai Ketua Forum UMKM Asia-Afrika.
Kedua pihak sepakat menunjukkan komitmen serius dalam mendorong pengembangan pariwisata berbasis florikultura di Kota Tomohon.
Kunjungan Joshua Somba ke Tomohon merupakan tindak lanjut dari gagasan bersama antara Duta Besar Nico Barito dan Wali Kota Caroll Senduk dalam mengembangkan konsep pariwisata florikultura di Kota Tomohon.
Gagasan tersebut diarahkan untuk menjadi model pengembangan pariwisata yang terintegrasi, dengan mengoptimalkan potensi daerah serta memperkuat jejaring kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Wali Kota Caroll Senduk menegaskan bahwa Tomohon memiliki kekuatan besar di sektor florikultura, yang selama ini telah menjadi identitas kota, termasuk melalui berbagai event dan potensi pertanian bunga yang terus berkembang.
Pemerintah Kota Tomohon berharap, melalui kolaborasi ini, konsep pariwisata florikultura dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan mampu meningkatkan daya saing Kota Tomohon sebagai destinasi wisata unggulan di tingkat internasional.
“Pengembangan pariwisata berbasis florikultura ini diharapkan mampu mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari pertanian, ekonomi kreatif hingga pariwisata, sehingga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kota Tomohon Edwin Roring, Kepala Dinas Pariwisata Judhistira Siwu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Karel Lala, Kepala Bappelitbang Jacqueline Mangulu, serta Plt Kepala BPKPD Danie Liuwu. (Redaksi LU)