BSG Bantu Korban Banjir dan Longsor di Manado

Penyerahan bantuan dipimpin Pemimpin Divisi Umum, Noldy Dandel dan Pemimpin Divisi Corporate Secretary BSG, Heince Jusva Rumende, di Manado.(Foto: ist.)

Manado, LensaUtara.id – Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (BSG) menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam banjir dan longsor di Kota Manado, Sulawesi Utara.

“Hal ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian kepada korban bencana alam banjir dan longsor di Kota Manado,” kata Direktur Utama BSG Revino Pepah, di Manado, Kamis.

Dia mengatakan BSG menyerahkan bantuan ‘BSG Peduli’ dalam bentuk bahan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, ikan kaleng, gula pasir dan air mineral untuk korban banjir.

Bantuan BSG diserahkan di 10 dapur umum yang didirikan Pemerintah Kota Manado. Beberapa di antaranya di gereja, yakni GMIM Sion Ranomuut, GMIM Bukit Moria Tikala Baru, GMIM Garden Dendengan Dalam.

Selain itu, bantuan juga diserahkan di dapur umum yang ada di masjid, di antaranya Masjid Ar Rahmah Banjer, Masjid Arsjad Thawil Komo Luar dan dapur umum Brimob Polda Sulawesi Utara (Sulut) di Mahawu Tuminting.

Penyerahan bantuan dipimpin Pemimpin Divisi Umum, Noldy Dandel dan Pemimpin Divisi Corporate Secretary BSG, Heince Jusva Rumende.

Revino Pepah mengatakan BSG Peduli adalah bentuk kepedulian ‘Torang pe Bank’ terhadap lingkungan sekitar.

“Bantuan ini kami berikan dengan harapan bisa membantu, memenuhi kebutuhan dan mengurangi beban para korban bencana,” kata Pepah.

BSG senantiasa komitmen memberikan bantuan kepada masyarakat yang jadi korban bencana alam. “Ini jadi bukti BSG hadir di tengah masyarakat Sulawesi Utara,” jelasnya.

Ketua BPMJ GMIM Bukit Moria Tikala Baru Pdt Handry Dengah mewakili para korban banjir menyatakan terima kasih kepada BSG.

“Bank SulutGo begitu responsif. Selain dari Pemkot Manado, ini instansi nonpemerintah pertama yang datang membawa bantuan natura,” kata Pendeta Dengah.

Menurutnya, bantuan itu akan dimanfaatkan di dapur umum yang ada di Wale Bumotik GMIM Bukit Moria Tikala Baru.

Dapur umum ini melayani 500 lebih jiwa, tidak hanya jemaat GMIM tapi juga denominasi dan golongan agama lain. (Redaksi LU)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *