Street Coffee “MAO” (Menara Alfa Omega) berupa Kedai Kopi jalanan kini hadir di Kota Tomohon. (Ist)
TOMOHON, LensaUtara.id — Kota Tomohon kini punya tempat nongkrong baru buat para pencinta dan penikmat kopi. Namanya Street Coffee “MAO” (Menara Alfa Omega), karena memang berlokasi di kompleks monumen Alfa Omega, pusat Kota Tomohon.
Kedai Kopi Jalan ini mulai hadir sejak Minggu (23/11/25) sekitar Pukul 17.00 Wita.
Lokasi para pelaku usaha muda menjajakan racikan kopinya, persisnya berada di samping Gereja Sion Tomohon, dengan menggunakan ruas jalan di Kelurahan Paslaten Satu.
Sebanyak tujuh kendaraan berbagai jenis diantaranya mobil cold, carry, datsun, hardtop, pick up, sekitar Pukul 17.00 wita, tampak terparkir berjejer di sisi kiri jalan ke arah timur Kantor Pos Tomohon.
Kendaraan lengkap dengan peralatan kopi mulai dari mesin espresso hingga alat seduh manual dan kompor listrik atau gas portable. Jenis biji kopi yang dijual; Arabika, Robusta, Campuran (Blend) dan Single Origin dengan harga terjangkau.
Tak berselang lama, puluhan pencinta dan penikmat kopi terutama kawula muda langsung memadati dan tampak menikmati sajian kopi tapi ada yang membawa pulang take away
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Tomohon yang telah memfasilitasi usaha kami untuk berjualan di tempat ini,” kata Frangki Mait Barista Street Coffee “R Cup” mewakili teman-teman pelaku usaha.

“Senang ada Street Coffee, agar Tomohon lebih ramai di malam hari,” sebut Femmy penikmat kopi usai menyeruput se- cup kopi khas Cousion Coffee & Eater.
Agak lain kata anggota Jemaat GMIM Sion Tomohon. “Berharap jangan sampai mengganggu aktivitas gereja terutama saat jemaat beribadah malam, termasuk menghalangi pemandangan pintu keluar halaman gereja” kata Judie Turambi anggota jemaat sekaligus Juru Pelihara Cagar Budaya Gereja GMIM Sion Tomohon.
Sementara Penanggung Jawab aktivitas ini Kepala Dinas Perhubungan Kota Tomohon Robby Kalangi menyebut waktu aktivitas di lokasi ini dan pemandangan pintu keluar Gereja Sion tidak ada kendaraan yang akan menghalangi.

“Jam aktivitas di tempat ini dibuka Pkl. 16.00 hingga Pkl 24.00 wita dan direncanakan akan berlangsung setiap hari. Dan pemandangan pintu keluar Gereja Sion tidak boleh ada mobil yang akan menghalangi.
“Saat mulai beraktivitas lokasi harus rapih dan bersih, begitu selesai beraktivitas, harus kembali seperti semula, mengingat lokasi ini berada di pusat kota” ujar Kadis Robby Kalangi disela-sela memantau lokasi di area MAO Street Coffee (Redaksi LU).