Penerbangan Perdana Sulut Air DIjadwalkan Juni 2023

MANADO, LensaUtara.id – Dunia penerbangan Indonesia akan lebih semarak dengan hadirnya perusahaan penerbangan baru yang diberi nama Sulut Air. Dijadwalkan bulan Juni 2023 Sulut Air akan melakukan penerbangan perdana dengan Rute utama Jakarta-Makassar-Manado pulang pergi.

Direktur Utama PT. Sulut Airways Indonesia Marco Dino Umbas dalam percakapan dengan LensaUtara.id, Senin (06/02/2023) di Hotel Aston Manado, mengungkapkan, Sulut Air akan menggunakan pesawat Boeing 737 Classic untuk rute Jakarta-Makassar-Manado. Sedang untuk penerbangan perintis yang akan menghubungkan beberapa bandara di Sulut, seperti di Bolmong dan Sangihe Talaud, akan menggunakan pesawat L410 NG buatan Republik Ceko. Sulut Air sendiri sudah membeli 10 unit pesawat L410.

Dijelaskan, Kantor Pusat Sulut Air berada di Gedung MTC Mall Lantai 2 Blok G.7 No 228, Kawasan Mega Mas Jl. Piere Tendean Manado.

Dirut PT. Sulut Airways Indonesia Marco Dino Umbas dan Viktor Kumesan selaku pemegang saham, dalam percakapan dengan LensaUtara.id.(Foto: jef)

Sementara itu, salah satu pemegang saham Sulut Air Vicktor Kumesan menambahkan, gagasan didirikannya perusahaan penerbangan ini sudah digagas sejak 4 tahun lalu. Latar belakang didirikannya perusahaan ini merupakan bagian dari cita-cita Pahlawan Nasional Sam Ratulangi. Dimana Sulut secara geografis memiliki keunggulan ekonomi, karena berada di Bibir Pasifik.

Bagi Sulut Air, dengan adanya penerbangan ini akan memberi dampak ekonomi bagi Sulut. Terutama di bidang pariwisata. Selain itu akan membuka lapangan pekerjaan yang cukup banyak.

Sebagaimana diberitakan, Indonesia dan Republik Ceko menandatangani komitmen pembelian pesawat L410 NG buatan Ceko di Jakarta, Jumat, sebagai wujud kerja sama industri pertahanan kedua negara.

Komitmen itu ditandatangani oleh Direktur PT Prasandha Dumayasa Evi Lusviana, Direktur Wise Air Wibisana Sugria, Direktur Sulut Air Marco Dino Umbas, Direktur PT Merpati Maintenance Facility (MMF) Rowin Mangkoesubroto dan Wakil Direktur Komersial Omnipol Asia David Holubec.

“Dari semua (tiga perusahaan) kita kurang lebih yang sudah membeli ada 18 unit pesawat dan lima unit lagi akan menyusul pekan depan,” kata Evi, yang juga Ketua Perkumpulan Industri Pertahanan dan Keamanan Swasta Nasional (Pinhantanas) di acara Indo Aerospace Expo & Forum 2022 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat.

Menurut Evi, pesawat L410 NG sekelas dengan pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).
Tiga perusahaan yang sudah membeli L410 NG adalah Sulut Air sebanyak 10 unit, Wise Air 3 unit dan Star Wisata Air 5 unit, dan ketiganya adalah maskapai yang bekerja sama dengan pemerintah daerah, kata Evi.

Dunia penerbangan memberi dampak ekonomi dan mendukung pariwisata.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *