Pertemuan dengan Asosiasi Pariwisata.(Foto: lensa)
Tomohon, lensautara.id – Ketua Panitia Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026, Levita G. Supit, menegaskan bahwa penyelenggaraan TIFF tahun ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari asosiasi pariwisata dan pelaku usaha swasta, Langkah ini dilakukan untuk memastikan TIFF 2026 berlangsung lebih berkualitas dan memberikan dampak yang lebih besar bagi sektor pariwisata Kota Tomohon.
Sebelum menjalankan agenda promosi di Jakarta, Levita telah melakukan koordinasi dengan sejumlah organisasi pariwisata, di antaranya ASITA, ASTINDO, dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sulawesi Utara. Pertemuan tersebut bertujuan menyampaikan kesiapan Kota Tomohon dalam menyambut wisatawan yang akan datang menyaksikan TIFF 2026, sekaligus menjaring berbagai masukan dari pelaku industri pariwisata.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua ASITA Sulawesi Utara Moudy Paath, Ketua ASTINDO Sulawesi Utara Jouvendi Rompis, serta sejumlah pelaku usaha perjalanan wisata yang tergabung dalam kedua asosiasi tersebut.
“TIFF bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat Tomohon. Karena itu kami ingin melibatkan seluruh ekosistem pariwisata agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” ujar Levita.
Dalam kesempatan terpisah, Levita juga berdiskusi dengan Ketua DPD HPI Sulawesi Utara, Nancy Mawitjere, terkait kesiapan pramuwisata dan dukungan sektor kepemanduan wisata dalam menyambut peningkatan kunjungan wisatawan selama pelaksanaan TIFF 2026.
Pastikan Ketersediaan Bunga
Sebagai ikon utama TIFF, ketersediaan bunga menjadi salah satu fokus perhatian panitia. Untuk itu, Levita melakukan pertemuan dengan para petani bunga serta Ketua Asosiasi Bunga Tomohon, Melkysedek Tangkawarouw, di kawasan Show Window Tomohon.
Koordinasi tersebut dilakukan guna memastikan pasokan bunga lokal tersedia dalam jumlah yang cukup, berkualitas, dan mampu memenuhi kebutuhan berbagai rangkaian kegiatan TIFF 2026, khususnya Tournament of Flowers, yang menjadi atraksi utama dan daya tarik internasional festival ini.
Menurut Levita, keterlibatan petani lokal sangat penting karena TIFF tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata, tetapi juga momentum untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya sektor florikultura yang telah menjadi identitas Kota Tomohon.
Tinjau Kesiapan Hotel Metland
Dalam rangka memastikan kesiapan akomodasi bagi wisatawan, Levita juga meninjau langsung progres pembangunan Hotel Metland Tomohon. Kehadiran hotel berbintang empat tersebut diharapkan dapat menambah kapasitas penginapan selama penyelenggaraan TIFF, mengingat setiap tahun tingkat hunian hotel di Tomohon selalu meningkat signifikan bahkan sering mencapai kapasitas penuh.
Hotel Metland direncanakan akan memasuki tahap soft launching pada Agustus 2026. Saat melakukan peninjauan, Levita disambut oleh manajemen dan tim pemasaran Metland. Turut mendampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon Judhistira Siwu serta Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Tomohon Lucia Goni.

“Kehadiran Metland menjadi kabar baik bagi pariwisata Tomohon. Selain meningkatkan kapasitas akomodasi, hotel ini juga akan memperkuat daya saing Tomohon sebagai destinasi wisata yang siap menerima lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” kata Levita.
Dengan sinergi antara pemerintah, asosiasi pariwisata, sektor swasta, dan komunitas petani bunga, panitia optimistis TIFF 2026 akan tampil lebih meriah dan semakin memperkuat posisi Tomohon sebagai Kota Bunga Indonesia yang dikenal di tingkat internasional.