Kapolda Sulut: Kesehatan Investasi Peningkatan Kualitas SDM Polri

Manado, LensaUtara.id – Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Setyo Budiyanto mengatakan pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk di lingkungan Polri. 

“Mengingat Polri dalam mencapai tujuannya, lebih banyak mengerahkan unsur manusia atau personel sehingga bisa dikatakan bahwa, personel merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan kepolisian,” kata Kapolda dalam sambutan dibacakan Wakapolda Brigjen Pol Jan de Fretes, saat membuka supervisi dan penelitian terkait IPKP, di Manado, Senin.

Supervisi Indeks Pembangunan Kesehatan Polri (IPKP) di Polda Sulut tersebut dilaksanakan  Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri.

Dia mengatakan dalam mencapai tujuan organisasi, dibutuhkan derajat kesehatan pegawai pada Polri secara terkelola dan berkesinambungan melalui penilaian Indeks Kesehatan Polri (IKP). 

“Agar masa depan organisasi Polri dapat dikontrol dan diukur pencapaian pembangunan kualitas SDM-nya sebagai penopang pembangunan dan kemajuan Polri di masa depan,” katanya.

Kepada para peserta diminta agar betul-betul mendukung kegiatan penelitian ini, untuk memberikan saran, informasi, data, dan permasalahan yang ada di wilayah. 

“Sehingga bisa menjadi bahan masukan kebijakan bagi pimpinan Polri di bidang peningkatan program pembangunan kesehatan Polri,” katanya 

Kapuslitbang Polri Brigjen Pol  Iswyoto Agoeng Lesmana Doeta,  dalam sambutan  dibacakan Sespuslitbang Polri Kombes Pol F.X. Surya Kumara mengatakan maksud dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan data dan masukan serta informasi terkait dengan pembangunan kesehatan Polri yang digunakan sebagai bahan dan perbaikan dalam peningkatan pembangunan kesehatan Polri.

“Sedangkan tujuannya adalah merumuskan rule model IPKP sehingga melalui penelitian ini dapat dijadikan landasan dalam pengambilan kebijaksanaan pimpinan Polri untuk IPKP,” katanya.

Dia  berharap, seluruh responden dapat memberikan data dan informasi yang sebenarnya.

“Sehingga didapatkan data yang valid atau dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dengan harapan, nantinya menghasilkan sebuah kesimpulan yang valid pula,” katanya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *