(Foto: ist.)
Tomohon, LensaUtara.id – Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Tomohon kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata melalui pelaksanaan Pelatihan Calon Pramuwisata Muda gelombang kedua. Kegiatan ini digelar secara mandiri dengan menghadirkan peserta tidak hanya dari Kota Tomohon, tetapi juga dari luar daerah.
Pelatihan berlangsung selama tiga hari dengan konsep teori dan praktik lapangan. Dua hari pertama dilaksanakan di Home Stay Talaga Tomohon, sementara hari ketiga berlanjut di Pos Jalur Pendakian Gunung Mahawu, memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam situasi guiding di lapangan.
Sebanyak 14 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri dari 11 orang dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HPI Tomohon dan 3 peserta dari luar daerah. Menariknya, sebagian peserta merupakan pelaku pariwisata aktif seperti sopir dan pemilik homestay yang selama ini sudah melayani wisatawan, namun belum pernah mengikuti pelatihan formal sebagai pemandu wisata.

Ketua HPI Tomohon, Nancy Maweikere, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk merangkul pemandu wisata yang belum tergabung dalam organisasi profesi, meningkatkan profesionalisme pelaku wisata, serta membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berkarier sebagai pramuwisata.
“Pelatihan ini juga menjadi langkah strategis dalam menyiapkan calon anggota DPC yang profesional, berkualitas, dan kompeten sesuai standar nasional,” ujar Maweikere.
Pelatihan ini berbasis Kompetensi Level 4 (City Tour Guide) dengan materi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), yang digunakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Para peserta dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri pariwisata saat ini.

Turut memberikan materi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon, Yudi, yang memaparkan kebijakan pemerintah daerah dalam pengembangan sektor pariwisata. Selain itu, pelatihan juga menghadirkan para trainer berpengalaman seperti Jefry Rompis, Mario Salomo, Nancy Maweikere, dan Andys Wuisan.
Kesuksesan pelaksanaan kegiatan ini juga tidak lepas dari dukungan Pokdarwis Desa Kakaskasen II yang turut membantu menyediakan perlengkapan pelatihan seperti meja, kursi, dan tenda.
Melalui kegiatan ini, HPI Tomohon berharap dapat melahirkan pemandu wisata muda yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu memberikan pelayanan profesional bagi wisatawan, sekaligus mendukung kemajuan pariwisata Kota Tomohon ke depan.