Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk, SH., datang melayat ke Gereja Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen pada Selasa (3/3/2026). (Ist)
Tomohon, LensaUtara.id – Pastor Kornelius Ciprianus Motoh, Pr., yang melayani di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Tomohon meninggal dunia pada Minggu, 1 Maret 2026, pukul 07.51 WITA di Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon. Almarhum tutup usia pada umur 66 tahun 4 bulan 2 minggu 3 hari.
Dengan peristiwa duka itu, Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk, SH., datang melayat ke Gereja Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen pada Selasa (3/3/2026).
Wali Kota Tomohon dalam kesempatan tersebut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Tomohon.
“Almarhum adalah sosok imam yang setia, rendah hati, dan penuh dedikasi dalam pelayanan kepada umat selama hampir 38 tahun masa imamatnya,” ucap Wali Kota.

Pemerintah Kota Tomohon menyatakan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Pastor Kornelius Ciprianus Motoh, Pr. “Kepergian almarhum bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga dan umat Katolik, tetapi juga bagi masyarakat Kota Tomohon yang selama ini merasakan sentuhan pelayanan dan keteladanan hidupnya,” ujarnya.
Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon, ia menyampaikan simpati dan doa yang tulus bagi keluarga yang ditinggalkan. “Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan penghiburan, kekuatan, dan pengharapan iman bagi seluruh keluarga serta umat,” ungkapnya lagi.
Pastor Kornelius Ciprianus Motoh, Pr. lahir di Woloan pada 4 September 1959 dari pasangan Alm. Antonius Motoh dan Almh. Benedickta Runtu. Ia merupakan anak keempat dari enam bersaudara. Dibaptis pada 6 September 1959 di Gereja Hati Kudus Yesus.

Pendidikan dasar ditempuh di TK Katolik Woloan (1965–1966) dan SD Katolik Woloan (1966–1973). Pendidikan lanjutan pertama dijalani di Seminari Kakaskasen (1973–1975), kemudian melanjutkan di SMP Katolik Woloan (1975–1976). Pendidikan menengah atas dimulai di SMA Rex Mundi (1976–1977) dan selanjutnya di SMA Negeri Tomohon.
Ia melanjutkan pendidikan calon imam di Seminari Agustinianum dan menjalani studi Filsafat dan Teologi di Seminari Pineleng (1980–1987). Tahun 1984–1985 menjalani Tahun Pastoral di Paroki Santo Ignatius Manado. Pada 25 Juli 1986 menerima Tahbisan Diakon oleh Mgr. Theodorus Mors di Gereja Katedral Hati Tersuci Maria Manado, dan pada 29 Juni 1987 ditahbiskan menjadi Imam bersama lima rekan seangkatannya.
Tugas Pelayanan Sejak ditahbiskan menjadi imam tahun 1987 hingga tahun 2026, almarhum telah menjalankan tugas di berbagai wilayah pelayanan, antara lain:
1987–1991: Pastor Paroki Bunda Hati Kudus Sambiut, Banggai
1991–1993: Pastor Paroki Kristus Raja.( Kembes
1994: Pastor Paroki Santo Paulus dan Pastor Bantu Katedral Hati Tersuci Maria Manado
1995–1998: Pastor Pembantu Paroki Kristus Raja Kotamobagu
1999–2002: Pastor Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna
2002–2008: Pastor Persiapan Paroki dan Pastor Paroki Santo Fransiskus Xaverius Mokupa
2009–2012: Pastor Pendamping Persiapan Paroki Santo Thomas Modok
2013–2016: Pastor Paroki Santo Yohanes Penginjil Laikit
2016–2022: Pastor Paroki Santo Yosep Kawangkoan
2017–2021: Pastor Moderator Karismatik Keuskupan Manado
2023–2024: Pastor Rektor Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon
2024–2026: Pastor Pembantu Paroki Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen.
Di sela-sela pelayanannya, pada tahun 1993 almarhum juga mengikuti Kursus Pastoral Dasar selama tiga bulan.
Kepergian Pastor Kornelius Ciprianus Motoh, Pr. meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, umat, dan seluruh masyarakat yang pernah merasakan pelayanan dan keteladanan hidupnya.
Semoga segala karya dan pengabdiannya menjadi kenangan yang indah serta teladan iman bagi generasi penerus.
Turut hadir Ketua DPRD Kota Tomohon Ferdinand Mono Turang, jajaran Pemerintah Kota Tomohon, para imam, keluarga besar almarhum, serta umat dan para pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir. (Redaksi LU)