Soal Korupsi KMP Marsela, Kim Markus Tantang BTN Tempuh Jalur Hukum

  • Whatsapp

Lensautara.id, Jakarta – Kasus Korupsi KMP Marsela yang menyeret Bupati Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Benjamin Thomas Noach (BTN) mulai terbongkar.

Satu persatu bukti dan fakta yang menguatkan keterlibatan BTN dalam kasus dugaan korupsi KMP Marsela dibeberkan di publik melalui media sosial.

Salah satunya bukti percakapan Whatshap (WA) BTN untuk mencabut laporan pemalsuan tanda tangan milik nakhoda KMP Marsela, Thomas Resya Ferdinando Nivaan.

Dalam percakapan tersebut, BTN bersama kroni-kroninya melakukan negosiasi dengan salah satu pengacara, Samuel Riri untuk mencabut laporan dugaan pemalsuan tanda tangan.

Tak segan-segan puluhan juta dibayarkan BTN, agar laporan pemalsuan tanda tangan tidak berlanjut di kepolisian.

Bukti percakapan WA tersebut kini menjadi konsumsi netizen di dunia Maya melalui postingan akun Facebook Kim Markus belum lama ini.

Selanjutnya, tokoh muda asal kabupaten MBD ini juga membongkar upaya suap yang dilakukan BTN untuk meloloskan dirinya dari jeratan hukum atas kasus KMP Marsela.

Bukti koper berwarna merah yang diduga berisi uang suap di tunjukan ke publik. Dalam statusnya, Kim Markus menulis “bukan tas ini, tas yang pertama itu warna hijau. Om Aimud posisi? tolong kasih tahu si tele. Salam kompak selalu. Kalwedo,”.

Dari sejumlah bukti dan fakta yang diunggah Kim Markus melalui akun facebooknya, membuat BTN tak berkutik.

Bahkan kuasa hukum BTN terkesan menghindar dan tak mau angkat bicara.

Menurut Kim, BTN memilih menghindar, lantaran takut ‘nyanyian’ dirinya akan membuat masyarakat MBD akan menarik dukungan politik kepada dirinya, (BTN-red) yang juga calon incumbet pada Pilkada kabupaten MBD, 9 Desember 2020 nanti.

Tokoh Muda MBD, Kim Markus

Kim Markus dalam wawancaranya dengan wartawan belum lama ini mengatakan, dirinya siap kalau diminta atau dipanggil aparat penegak hukum untuk bersaksi atas kasus dugaan korupsi KMP Marsela yang menyeret Benjamin Thomas Noach, seperti dilansir TifaMaluku.com, (30/6/2020)

“Saya siap memberikan keterangan. Kan Saya punya bukti. Bahkan upaya suap oleh BTN pun saya tahu,” kata dia.

Ketika diminta pendapatannya terkait sikap diam BTN, Kim Markus mengatakan, BTN memilih diam karena ketakutan. Kalau BTN merasa saya melakukan fitnah, sudah pasti dia (BTN) akan menempuh jalur hukum. Tapi kenyataannya, BTN tidak berani. Karena saya (Kim Markus-red) tahu persis kasus ini. Saya punya bukti-bukti yang kuat untuk menyeret beliau penjara,” pungkas ia.

Kim Markus berharap, masyarakat MBD tidak menjatuhkan pilihan kepada figur calon kepala daerah yang terindikasi korupsi KMP Marsela.

“Masyarakat harus cerdas dalam menjatuhkan pilihan politiknya. Jangan pilih koruptor, sebab akan membahayakan masa kabupaten MBD ke depan,” pungkasnya.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *