Refly Harun Sebut “Buzzer” Kurang Kerjaan, Gerry Hukubun: Sama Saja “Bunuh Diri”

  • Whatsapp
Gerry Hukubun dan Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya

Lensautara.id, Jakarta – Pengamat Ekonomi Politik dan Diplomasi Luar Negeri Gerry Hukubun menilai, sindiran Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun kepada presiden Joko Widodo (Jokowi) soal ‘buzzer’ dapat meruntuhkan dirinya sendiri.

Pasalnya, sambung Gerry, di era serba transparan dan kemajuan teknologi digital seperti saat ini, tidak menjadi jaminan bahwa ‘buzzer’ yang ada ini adalah “orang suruhan” Pemerintah.

Bacaan Lainnya

“Di era serba transparan dan kemajuan teknologi digital seperti saat ini, semua orang bebas berkreasi dalam dunia maya. Bisa saja mereka memang pengagum pak jokowi atau pak ma’ruf Amin, sehingga mereka berusaha dengan cara mereka agar mendapat perhatian dari pemerintah. Hal tsb juga tidak bisa disimpulkan bahwa mereka ‘buzzer’ adalah bentukan dari penguasa,” kata Anggota Dewan Kehormatan Partai Hanura ini dalam keterangan persnya, Sabtu (16/5/2020).

Menurut politis muda Hanura ini, ada 2 hal yang membuat ‘buzzer’ menyerang Refly Harun.

Pertama, cuitan Refly soal keberadaan buzzer dan fans klub merupakan kumpulan orang yang kurang kerjaan.

Kedua, Refly Harun menghembuskan cuitan setelah dirinya dicopot dari posisi Komisaris Utama Pelindo 1.

Gerry Hukubun yang akrab disapa GH menilai, wajar jika ‘buzzer’ melakukan serangan balik jika idolanya diserang.

“Apa lagi Refly blg. Jika dia jd penguasa dia biar kan orang mengkritik. Dan tidak pakai buzzer. Itu kalimat lips service. Semua orang bisa katakan itu. Refly sendiri blm pernah merasakan posisi presiden,” ungkap GH.

Selanjutnya, GH mengambil kutipan presiden Amerika Serikat ke 16 Abraham Lincoln. “Jika ingin tahu karakter seseorang, berilah dia kekuasan. “Refly sendiri blm pernah merasakan posisi presiden. Jika dia suatu saat jd presiden misalnya, bisa saja beda,” tegas GH.

“Jujur! Saya juga pernah kagum kepada pak Refly saat bersama-sama menjadi narsum di ILC beberapa tahun silam,” tambahnya.

“Sebagai salah satu pengagum pak Refly Harun, saya menganjurkan, janganlah melakukan hal yang dapat merugikan diri sendiri. Jika tetap dilakukan, sama saja menghancurkan nama baik pak Refly sendiri atau sama saja melakukan ‘bunuh diri’,” pungkas GH.

Sebelumnya, pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan sindiran kepada pemerintahan, termasuk kepada para buzzernya.

Dilansir TribunWow.com, Refly Harun menilai pemerintah saat ini sibuk menyiapkan buzzer untuk melindungi dari kritik yang diberikan oleh publik.

Menurut Refly Harun, kondisi seperti itu justru membahayakan sistem negara yang bersifat demokrasi.

Hal ini disampakannya dalam tayangan Youtube pribadi Refly Harun, Minggu (10/5/2020).

“Tapi yang paling berbahaya adalah kritik kita dibungkam, baik melalui aparatur negara, agen-agen resmi maupun melalui perantara buzzer,” ujar Refly Harun.

“Jadi peran para buzzer dan fans klub,” imbuhnya.

Menurutnya, keberadaan buzzer merupakan kumpulan orang yang kurang kerjaan.

“Yaitu adalah ‘Kalau saya jadi penguasa, saya akan biarkan orang mengkritik saya. Tapi saya tidak akan biarkan orang yang megatasnamakan diri saya membalas kritik atau membungkam kritik kepada para pengkritik,” jelas Refly.

“‘Kalau saya jadi penguasa saya tidak akan menggunakan peran para buzzer dan fans klub’.”

“Karena buzzer dan fans klub itu kan orang kurang kerjaan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *