Tb Hasanuddin: Bentrokan TNI dan Polri di Membramo Raya Telah Melukai Hati Rakyat

  • Whatsapp
Anggota Komisi I DPR-RI, Tb Hasanuddin

Lensautara.id – Bentrokan antara aparat-TNI dan Polri yang terjadi di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, pada Minggu (12/4/2020) pagi sungguh memalukan.

Anggota Komisi I DPR-RI, Tb Hasanuddin, mengatakan, insiden ini menimbulkan keprihatinan semua pihak. Apalagi terjadi di tengah-tengah perjuangan bangsa Indonesia melawan pandemi covid-19.

Bacaan Lainnya

“Insiden ini benar-benar melukai hati rakyat, apalagi dilakukan oleh institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan pembela bangsa kok malah berseteru. Sungguh memalukan,” kecam Tb Hasanuddin melalui sambungan telepon, Minggu (12/4/2020).

Politisi PDI Perjuangan ini sangat menyesali kejadian itu, apalagi hingga menelan korban jiwa. Menurutnya, kejadian ini seharusnya tidak terjadi bila semua pihak menahan diri.

“Saya berharap para komandan Satuan Bawahan seperti Komandan Kompi dan Komandan Peleton dari dua kesatuan ini lebih rapat, lebih dekat lagi dengan anak buahnya. Pengawasan langsung dari para perwira lapangan sangat menentukan. Saat-saat seperti ini sangat dibutuhkan persatuan dan kesatuan dari semua elemen bangsa, terlebih TNI dan Polri,” ujar Hasanuddin yang juga mantan Kepala Staf Garnisun ini.

Hasanuddin juga mengimbau agar insiden ini segera diredam, dan jangan sampai meluas hingga menimbulkan aksi saling membela corps. Kemudian, sambung Hasanuddin, para pelaku juga harus di proses secara hukum sesuai aturan perundang undangan yang berlaku .

“Selesaikan dengan segera, jangan sampai kejadian ini terulang kembali,” tandasnya.

Informasi yang dihimpun, kasus ini berawal dari keributan antara kedua instansi hingga terjadi pengeroyokan. Untuk meredam kasus ini, Kapolres Mamberamo Raya AKBP Alexander Louw, Sabtu (11/4/2020) sempat mengunjungi korban pengeroyokan yakni Bripda Petrus Douw.

Kapolres berpesan agar korban tak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan karena pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dandim Kodim 1712 Sarmi, Pabung Mamberamo Raya, Danpos 755 untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Namun ternyata, puluhan anggota Polres Mamberamo Raya mendatangi Pospam Satgas 755 tanpa sepengetahuan Kapolres dan para perwira lain.

Hingga terjadi insiden penembakan tersebut yang mengakibatkan 3 polisi meninggal dunia, dan 4 lainnya mengalami luka tembak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *