Ekonomi Indonesia Semakin Terpuruk, Rizal Ramli Tolong Segera Pimpin Indonesia

  • Whatsapp
Tokoh Nasional, Rizal Ramli

Lensautara.id, Jakarta – Indonesia butuh pemimpin yang berani mengambil keputusan dan memiliki terobosan dalam mengatasi persoalan ekonomi yang semakin tidak menentu. Terlebih lagi, di tengah merebaknya wabah Covid-19, laju nilai tukar rupiah semakin anjlok dalam beberapa pekan terakhir, dan telah menembus angka lebih dari Rp 16.000 per dolar AS, lebih parah ketimbang saat reformasi 1998.

Begitu juga dengan utang Indonesia yang turut membengkak. Tercatat per Februari 2020, utang Indonesia sebesar Rp 4.948,18 triliun.

Muat Lebih

Di satu sisi, tidak ada kerja tim ekonomi yang efeknya terasa bagi pemulihan ekonomi. Bahkan di periode kedua, Presiden Joko Widodo masih konsisten menyalahkan faktor eksternal, seperti perang dagang Amerika Serikat dan China serta dampak corona sebagai alasan ekonomi lesu. Sementara di internal, pemerintahan Jokowi tidak melakukan terobosan berarti. Laju ekonomi yang berada di angka 4 persen pada penghujung tahun 2019 diprediksi akan semakin nyungsep di tahun ini.

Menurut aktivis dari Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Adamsyah Wahab, solusi untuk keluar dari krisis ekonomi yang semakin menakutkan adalah dibutuhkannya pemimpin yang mampu membuat Indonesia bangkit dengan berbagai terobosan yang dimiliki.
Salah satu nama yang disodorkan adalah Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), DR. Rizal Ramli. Menurutnya, kelas ekonom senior itu bukan lagi Menteri Keuangan atau Menteri Perekonomian lagi, melainkan sudah layak jadi pemimpin di negeri ini.

“Bang Rizal Ramli dengan segala hormat. Saatnya abang pimpin Indonesia yang mandiri. Pimpin kami Bang!” ujarnya kepada redaksi, Jumat (20/3/2020).

Pernyataan Adamsyah Wahab cukup beralasan. Pasalnya, Rizal Ramli teruji berhasil mengatasi krisis yang terjadi di masa transisi. Di era pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, jurus Rizal Ramli terbukti ampuh membangkitkan ekonomi dari yang sebelumnya minus 3 persen menjadi 4,5 persen, atau terdongkrak 7 persen.

Rizal Ramli juga berhasil memberi catatan baik di era Gus Dur dengan menurunkan angka kemiskinan hingga 5,5 persen.

Khusus untuk masalah utang, Rizal Ramli punya terobosan yang jitu kala itu, yaitu dengan melakukan barter. Tepatnya saat utang ke pemerintah Jerman dibarter dengan ratusan ribu hektar lahan untuk konservasi di Kalimantan. Sementara utang ke Kuwait dipotong bunga mahal dengan bunga murah.

Tak ayal utang Indonesia kala itu turun hingga 4,5 miliar dolar AS. Uniknya lagi, di saat utang turun, laju ekonomi saat itu justru malah naik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *