Cegah Covid-19, Pemprov Sulut Gunakan Minuman Cap Tikus Sebagai Bahan Utama Hand Sanitaizer

  • Whatsapp
Minuman Daerah Sulawesi Utara 'Cap Tikus'

Lensautara.id, Jakarta – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara manfaatkan minuman daerah ‘Cap Tikus’ sebagai salah satu bahan utama hand Sanitaizer dan juga untuk penyemprotan disinfektan. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw.

“Larutan berbahan Captikus ini bisa dipakai untuk penyemprotan disinfektan dan membersihkan tangan. Handsanitizer yang langkah dipasaran ternyata boleh disiapkan dengan bahan-bahan lokal seperti Captikus, dengan catatan alkoholnya harus kadar 50 persen,” ujar Kandouw, belum lama ini.

Muat Lebih

Kandouw menjelaskan, hal ini dilakukan pemprov Sulut guna memenuhi kebutuhan hand sanitaizer yang semakin sulit ditemukan masyarakat di mini market dan apotik akibat merebaknya wabah virus corona.

“Handsanitizer yang langka dipasaran ternyata boleh disiapkan dengan bahan-bahan lokal seperti Captikus, dengan catatan alkoholnya harus kadar 50 persen,” tambahnya.

Dirinya berharap, langkah tersebut bisa diikuti oleh kabupaten dan kota lainnya sebagai solusi mengatasi kelangkaan cairan disinfektan dan handsanitizer.

Diketahui, saat ini ada sebanyak 30 galon masing-masing 30 liter Captikus dengan kadar alkohol 50 persen dari UMKM Tareran Kabupaten Minahasa Selatan dan akan diolah kemudian didistribusikan ke masyarakat.

“Setelah diracik handsanitizer ini akan dishare atau dibagikan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya telah diberitakan, Ahli Mikrobiologi dari RSUI, dr. R. Fera Ibrahim mengatakan, Alkohol kadar 70 persen bisa menjadi salah satu senjata ampuh melumpuhkan virus Corona.

“Coronavirus sensitif terhadap panas dan efektif diinaktifkan oleh pelarut likuid seperti alkohol 70 persen,” ujar dia dalam uraian media “Fakta Corona Virus dan Influenza” di RSUI, Depok, awal bulan lalu.

Menurut Fera, alkohol 70 persen bisa digunakan untuk kulit. Selain itu, sterilisasi alat misalnya mainan dan botol bayi dengan perendaman pada air dipanaskan hingga 100 derajat Celcius, sinar matahari dan udara yang bersih juga efektif membersihkan virus.

Pemanasan pada suhu sekitar 56 persen selama 30 menit sebenarnya sudah cukup untuk melumpuhkan virus sehingga mencegahnya menjangkiti inang sel.

Untuk disinfektan, pilih yang mengandung chlorine, chloroform, lalu bleach 1-3 persen karena efektif untuk membersihkan permukaan benda seperti meja, kursi, lantai dan tembok dari paparan virus.

Sementara untuk peralatan makan, sayuran dan buah, bisa menggunakan larutan 5 persen potassium permanganate.

“Rendam 1 menit lalu kemudian bilas dengan air minum bersih,” kata Fera.

Virus corona biasanya bisa menyebar melalui droplet atau percikan sekret saluran nafas orang yang terinfeksi misalnya saat dia bicara, batuk dan bersin. Dari ke tiga perilaku itu, bersin menjadi penghasil droplet terbanyak yakni 400.000 droplet,

Sementara batuk dan bicara selama lima menit umumnya memproduksi 3000 droplet.

Penggunaan masker bisa menjadi upaya menghindari paparan droplet, asalkan benar-benar menutup hidung dan mulut. Fera menyarankan Anda segera membuang masker setelah dipakai dan cuci tangan usai melepas masker.

Selain itu, menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat juga menjadi anjuran agar tak terinfeksi virus corona. Caranya, antara lain dengan menerapkan pola hidup sehat yakni konsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik rutin serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *